Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 26 September 2026, Yesaya 35:5-7 Tuhan Memulihkan Jiwa Dan Roh Hidup Bersemi Kembali

Pembacaan Alkitab : Yesaya 35: 5-7
TEMA : TUHAN MEMULIHKAN JIWA DAN ROH, HIDUP BERSEMI KEMBALI
"Pada waktu itu, mata orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang tuli akan dibuka" (ay. 5)
Bayangkan seseorang berjalan lama di padang yang kering- tanah retak, udara panas, dan tanpa tanda kehidupan.
Setiap langkah terasa berat, bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi hati: lelah, kosong, dan hampir kehilangan harapan.
Namun, tiba-tiba terdengar gemericik air. Sebuah mata air kecil muncul dan tanah yang kering itu pun kembali bersemi.
Nabi Yesaya menegaskan bahwa pemulihan mental dan rohani lahir dari kehadiran Allah yang diterima dengan pengakuan dan kejujuran hati.
Dalam kehidupan pribadi, pemulihan dimulai ketika kita berani berkata jujur: "Saya lelah", "Saya kosong", "Saya terluka".
Tanpa kejujuran, tidak ada pemulihan yang sejati. Doa pun menjadi terbuka, bukan formalitas; firman Tuhan dicari sebagai arah hidup, bukan sekadar kewajiban.
Dan kita belajar memberi waktu, sebab pemulihan tidak terjadi secara instan.
