Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Minggu, 18 Oktober 2026, Nahum 1:2-6 Cemburu Yang Menyelamatkan Tuh

Pembacaan Alkitab : Nahum 1:2-6
TEMA : CEMBURU YANG MENYELAMATKAN
TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa-Nya, tetapi sekali-kali la tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman (ay.3)
Kecemburuan Allah (zelos) dalam iman Kristen adalah ekspresi positif dan substansial dari kasih-Nya yang total, dan radikal. Sungguh berbeda jauh dengan kecemburuan manusia yang egois.
Kecemburuan ilahi ini bersumber dari kasih-Nya yang sempurna dan merupakan konsekuensi dari status-Nya sebagai Allah Yang Esa yang menuntut penyembahan eksklusif.
Berhala merupakan negasi dan peniadaan kedaulatan Allah. Itu sebabnya tidak ada tempat bagi berhala dalam perjanjian-Nya yang dibangun di dalam supremasi Kerajaan Allah yang agung, kudus, mulia, dan berpusat pada kasih dan kesetiaan.
Kecemburuan Allah (zelos) adalah wujud kasih yang membara dan radikal yang mutlak tidak dapat mentoleransi penyembahan berhala, ketidakadilan, dan penindasan yang menawan umat-Nya.
Sifat idolatri yang menolak dan menafikan Allah melahirkan konsekwensi berupa kerusakan tatanan hidup individu dan sosial: lenyapnya kasih dan simanya kemuliaan dan kebenaran serta hidup berkubang kehinaan dan kenajisan.
Dalam diri Yesus Kristus, kecemburuan ilahi ini mencapai penggenapan dan puncak maknanya: tindakan Yesus menyucikan Bait Allah secara demonstratif mewakili kecemburuan-Nya bagi rumah Bapa.
Dan yang terpenting, di atas kayu salib, murka-Nya yang kudus dan kasih-Nya yang cemburu bertemu untuk menggenapi keadilan sekaligus menganugerahkan pengampunan yang membebaskan.
