Kisah Para Rasul 2:25-28
Bersaksi: Berjalan Bersama Tuhan
Sebab itu hatiku bersukacita dan lidahku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram (TB 2 - Ayat 26)
Kita pasti pernah merasakan ketakutan, seperti takut tidak diterima dalam pergaulan, takut untuk tampil berbeda, takut mendapat nilai buruk di sekolah. Mungkin kita juga pernah mengalami istilah anak zaman sekarang, FOMO (Fear of Missing Out), takut ketinggalan momen. Selain itu, kita juga mungkin pernah merasa minder dan tidak percaya diri ketika diejek atau direndahkan oleh teman-teman. Kondisi ini tidak baik dan tidak boleh dibiarkan.Kita perlu bangkit dari ketakutan dan rasa minder itu.
Di tengah rasa minder dan rasa takut yang sering kali muncul, hari ini kita diajak untuk belajar dari rasul Petrus dan raja Daud yang pemah mengalami kondisi paling sulit dalam hidupnya. Daud pernah hampir mati ketika raja Saul berusaha untuk membunuhnya. Dalam proses pelayanan, Petrus dan murid Tuhan Yesus yang lain juga mendapat tantangan karena nyinyiran dari orang-orang yang tidak senang dengan pelayanan mereka. Akan tetapi, mereka tidak menyerah. Keberanian Daud dan Petrus menjadi ajakan agar kita tidak minder dan takut melangkah ke masa depan, sekalipun mungkin kita akan berhadapan dengan tantangan dan orang-orang yang tidak senang dengan kita.
Mengapa demikian? Ya, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia senantiasa berada di samping Sobat Teruna melalui kuasa Roh Kudus. la telah dicurahkan bagi kita agar kita yang rapuh ini beroleh keberanian untuk melangkah, menghadapi setiap masalah dan rasa takut, baik sebagai anak di rumah, murid di sekolah, maupun sebagai teman dalam pergaulan. Mari, kita jadikan Tuhan sebagai Sahabat yang setia, dan percaya pada kemampuan yang Tuhan telah berikan pada kita.
Doa: Tuhan, ketika ketakutan datang, ingatkan aku bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan umat-Mu. Engkau selalu berjalan bersamaku berjalan menuju masa depan. Amin
Editor : Alfianne Lumantow