Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 21 Juni 2024, 2 Korintus 9:10 ALLAH SUMBER BERKAT

Alfianne Lumantow • 2024-06-21 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

 2 Korintus 9:10

"ALLAH SUMBER BERKAT''

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk di makan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipat gandakannya serta menumbuhkan buah-buah kebenaranmu (ay. 10).

Menjawab raja Croesus  tentang  siapa raja terkaya di dunia,  Solon (Filsuf Yunani) berkata, "Sobat, tak   seorang pun bisa dianggap  sungguh-sungguh bahagia yang hatinya  kawin  dengan barang-barang duniawi.   Barang-barang  itu  akan lenyap dan pemiliknya akan menjadi duda/janda.  Dukacita hanya  ada pada duda/Janda ini.  Atau orang itu sendiri meninggal dan tidak bisa membawa  satu pun emas bersamanya. Sekali lagi, yang ada hanyalah dukacita."

Kali ini Paulus mengarahkan hati jemaat di  Korintus untuk percaya  pada pemeliharaan  Tuhan alas hidup. Allah menyediakan benih bagi penabur untuk ditabur yang mengasilkan berlipat-ganda (lih.  ilustrasi  hari Kamis malam).  Benih padi/gandum  ini  pun dari Allah,   wujud berkat Allah (ay.6-8)  yang  akan dikonsumsi  oleh penabur  berupa  roti. lni perlu  menjadi perhatian jemaat Korintus agar berkat Allah terus berlangsung,  bahkan berlimpah  dalam hidup  sehari-hari.  Allah sanggup melipatgandakannya sehingga tidak berkekurangan (Luk.18:30),  bahkan masih bisa berbuat lebih banyak lagi perbuatan  kebajikan.  Allah  jauh lebih besar dari kegunaan benih itu  ataupun kita yang hidup dari-Nya. Bahkan, la sanggup  menumbuhkan  buah-buah kebenaran,  yakni perbuatan yang didasarkan pada kemurahan hati.

Memiliki  banyak harta memang baik,  tapi tidak bisa dijadikan garansi kehidupan. Jika orang meninggal, ia tidak bisa membawa emas bersamanya. Lalu, yang patut dibuat oleh seseorang untuk menopang hidupnya kini dan nanti hanyalah satu: hidup berbagi dengan sesama. Pesan Erich Fromm (Filsuf Psikoanalisis), "Kaya bukanlah mereka yang memiliki banyak harta, tetapi mereka  yang banyak memberikan  miliknya  untuk orang lain." Allah somber berkat meneguhkan kita bermurah hati untuk berbagi kehidupan.

Doa  : (Ya Allah, Engkau sumber berkat dalam hidup kami. Jadikan kami pun pembagi berkat-Mu dalam hidup kami kepada sesama kami). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT