Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 26 Juni 2024, Lukas 15:25-27, Ujian Kebesaran Hati.

Alfianne Lumantow • 2024-06-26 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Lukas 15:25-27

UJIAN KEBESARAN HATI

"Jawab hamba itu:  Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat". (ay.27)

Ajang kompetisi selalu menimbulkan persaingan. Setiap peserta selalu mengharapkan kemenangan. Namun apakah suatu kompetisi hanya sekadar membuktikan siapa yang terbaik dan siapa yang layak menang? Bila tujuannya  hanya menang atau kalah maka kompetisi  hanya berujung  pada rasa kecewa bahkan bisa mencari-cari kesalahan atas kekalahan yang dialami.

Suasana kompetitif ini rupanya yang tercipta antara anak sulung terhadap anak bungsu. Anak sulung merasa punya hak penuh atas rumah dan warisan ayahnya karena ia  adalah anak yang selalu setia menemani serta melayani ayahnya. Berbeda dengan anak bungsu yang sudah menerima bagian warisan ayahnya kemudian pergi dan menghabiskan harta warisan tersebut.  Maka ketika anak bungsu  kembali ke rumah dengan keadaan menyedihkan,  apakah masih  layak diterima? Di sinilah  persoalannya.  Anak sulung merasa ia  sudah bekerja dan melayani   ayahnya,  tetapi mengapa anak bungsu kembali  diterima di rumah dan disambut dengan pesta? Bukankah  anak sulung yang selama ini memenangkan  hati ayahnya lebih berhak menikmati sukacita  dengan pesta syukur?. Bagi si sulung rumah  menjadi tempat ia  berkompetisi melawan saudaranya untuk merebut hati  sang ayah.  Sedangkan anak bungsu melihat rumah sebagai tempat pemulihan  dan pertobatan atas kesalahan yang dilakukannya.

Keluarga dan jemaat adalah tempat kita merindukan kasih Allah. Mari melihat keluarga dan jemaat bukan sebagai rumah kompetisi untuk menampilkan siapa yang paling baik, yang paling berkenan kepada Allah. Allah  menerima dan menyambut  setiap orang yang mau menjalani hidup baru dan membarui komitmen untuk taat melakukan  kehendak-Nya. lngatlah, dalam perjalanan hidup kita, ujian kita adalah memiliki  kebesaran  hati untuk menerima  sesama dengan saling menopang  dan menikmati kasih Allah. 

 

Doa : (Ya Tuhan tolonglah kami untuk memiliki kebesaran hati, menerima setiap orang dengan saling menopang dan mengasihi). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT