Keluaran 2:1-4
SEMBUNYI DARI MANUSIA, TIDAK DARI TUHAN
"Ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi"(ay.3)
Lagu Kidung Jemaat 416 bersyair "tersembunyi ujung jalan hampir atau masih jauh, ku dibimbing tangan Tuhan ke negri yang tak kutahu". Tersembunyi di sini bermakna tidak terlihat, tidak dapat diamati. Dan pihak manusia, hal yang tersembunyi itu berati berada di luar jangkauan indera penglihatan manusia. Karena tidak terlihat, maka sesuatu itu dianggap tidak ada. Namun, pertanyaannya: Apakah yang tidak terlihat itu berarti tidak ada? Belum tentu. Kita tidak dapat melihat Allah itu seperti apta, tetapi kita percaya bahwa Allah itu ada. Demikian pula, yang tersembunyi dalam ukuran manusia, belum tentu bagi kacamata Allah. Bahkan Allah mampu melihat hal-hal yang tersembunyi sekalipun.
Allah dapat melihat apa yang tersembunyi, terdapat di dalam hati manusia yang paling dalam. Ia menyelidiki betul kedalaman hati manusia, termasuk kerinduan dan kebutuhan manusia yang terdalam. Inilah juga dilihat Tuhan terhadap ibu Musa yang kuatir dan galau mengenai keselamatan anaknya. Dalam hati ibu Musa merasa menjadi ibu yang gagal karena tidak bisa memberi jaminan keamanan bagi bayinya (ay. 3). Tapi ia tak kuasa. Ia tidak berada dalam kendali Firaun yang dengan bencinya memberi perintah yang mematikan itu; membunuh seluruh bayi yang lahir dari ibu Israel. Sang kakak, Miryam diam tak berkata dari kejauhan mengamati nasib adiknya: "akan tetap hidupkah atau berakhir tragis dengan kematian"? Allah menyelidiki serta mengetahui kegalaun ibu dan kakak Musa.
Pada titik kritis inilah bagian dari rencana dan cara Allah dinyatakan. Allah tahu apa yang menjadi kebutuhan paling mendesak dalam situasi terjepit itu. Dari mana Allah tahu itu? Dari kuasa-Nya yang mampu menyelidiki apa yang tersembunyi di dalam relung hati manusia. Tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Karena itu Ia pun menyiapkan rencana penyelamatan melalui Musa dengan cara yang ajaib dengan dasyat. Tersembunyi dari manusia, tetapi tak tersembunyi bagi Allah.
Doa : (Kami bersyukur atas keselamatan-Mu yang ajaib). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow