Mazmur 16:7-11
HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI
"Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram" (ay. 9)
Seorang ibu bercerita tentang suaminya yang meninggal karena sakit. Enam bulan kemudian anak tunggalnya meninggal karena sakit. Dia sangat sedih karena tidak punya siapa pun, tak ada yang tertinggal. Dia bahkan berpikir mau bunuh diri. Hingga suatu malam, ketika pulang kerja, seekor anak anjing mengikutinya ke dalam rumah. Dia memberinya makanan yang langsung habis dimakan, dan anak anjing itu mengusapkan badannya ke kakinya. Untuk pertama kalinya dalam bulan ltu, dia bisa tersenyum. lbu itu berpikir jika membantu anak anjing saja bisa membuatnya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuatnya bahagia. Jadi, hari berikutnya, ibu itu membuat kue dan membawanya ke tetangga yang sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun. Setiap hari dia mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada seseorang. Melihat mereka bahagia, dia bahagia, ibu tersebut menemukan kebahagiaan dan kesembuhan dengan memberikan sukacita kepada orang lain.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, tubuhku akan diam dengan tenteram (ay.9). Keinginan Pemazmur untuk memuji Tuhan datang dari pengalaman yang mengalami penyertaan Tuhan dengan nasihat-Nya. Pemazmur percaya bahwa Tuhan berdiri sebagai penjaga dan penyelamat, maka dia yakin tidak goyah di tengah segala pasang surut hidup ini. Pengalaman (ay. 7), sikap (Ba) dan keyakinan akan keakraban hubungannya dengan Tuhan, memberikan sukacita dan ketentraman, dalam hati, jiwa dan tubuh. Sukacita dan ketentraman batin dan lahir itu juga disebabkan karena keyakinan dan pengharapan iman ini bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan dia ke dunia orang mati, di mana orang tidak akan dapat lagi memuji-muji Tuhan. Dalam kegembiraannya Pemazmur mengharapkan kebahagiaan yang akan terus ia rasakan.
Doa : (Ya Tuhan sungguh hatiku bersukacita karena kasih-Mu sungguh nyata). Amin
Editor : Alfianne Lumantow