Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 28 September 2024, Mazmur 16:7-11 Hatiku Bersukacita Dan Jiwaku Bersorak-Sorai.

Alfianne Lumantow • 2024-09-28 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Mazmur 16:7-11

HATIKU BERSUKACITA DAN JIWAKU BERSORAK-SORAI

"Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, bahkan tubuhku akan diam dengan tentram" (ay. 9) 

Seorang ibu bercerita tentang suaminya yang meninggal  karena sakit. Enam bulan kemudian anak tunggalnya meninggal karena sakit. Dia sangat sedih karena tidak punya siapa pun, tak ada yang tertinggal. Dia bahkan berpikir mau bunuh diri. Hingga suatu malam, ketika  pulang  kerja, seekor anak anjing mengikutinya ke dalam rumah. Dia memberinya makanan yang langsung habis dimakan, dan anak anjing itu mengusapkan badannya ke kakinya.  Untuk pertama kalinya dalam bulan ltu,  dia bisa tersenyum.  lbu itu berpikir jika membantu anak anjing saja bisa membuatnya tersenyum, mungkin  melakukan  sesuatu  untuk orang lain bisa membuatnya bahagia.  Jadi, hari berikutnya, ibu itu membuat kue  dan membawanya ke tetangga yang sakit, yang terbaring di ranjang dan tak bisa bangun.  Setiap hari dia mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada seseorang.  Melihat mereka bahagia, dia bahagia, ibu tersebut menemukan kebahagiaan dan kesembuhan  dengan memberikan sukacita kepada orang lain.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, tubuhku akan diam dengan  tenteram  (ay.9).   Keinginan Pemazmur untuk memuji  Tuhan  datang dari pengalaman yang  mengalami penyertaan Tuhan dengan nasihat-Nya. Pemazmur percaya bahwa Tuhan berdiri  sebagai  penjaga  dan penyelamat, maka dia yakin tidak goyah di tengah segala pasang surut hidup ini. Pengalaman (ay. 7), sikap (Ba) dan keyakinan  akan keakraban  hubungannya dengan Tuhan, memberikan sukacita dan ketentraman, dalam hati, jiwa dan tubuh. Sukacita dan ketentraman  batin dan lahir itu juga disebabkan  karena keyakinan  dan pengharapan  iman ini bahwa Tuhan  tidak akan menyerahkan dia ke dunia orang mati, di mana orang  tidak  akan  dapat  lagi   memuji-muji Tuhan.   Dalam kegembiraannya   Pemazmur mengharapkan   kebahagiaan  yang akan terus ia rasakan.

 

Doa :  (Ya Tuhan sungguh hatiku bersukacita  karena kasih-Mu sungguh nyata). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT