Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Eskalasi Konflik Iran, Lebih dari 80.000 Fasilitas Sipil Dilaporkan Hancur Akibat Serangan

ALengkong • 2026-03-22 14:22:55

Laporan terbaru mengungkap dampak luas agresi militer terhadap fasilitas sipil di Iran, memicu kekhawatiran global atas krisis kemanusiaan yang mendalam.
Laporan terbaru mengungkap dampak luas agresi militer terhadap fasilitas sipil di Iran, memicu kekhawatiran global atas krisis kemanusiaan yang mendalam.

Jagosatu.com - Presiden Perhimpunan Bulan Sabit Merah Iran (IRCS), Pirhossein Kolivand, secara resmi menyatakan bahwa lebih dari 80.000 lokasi sipil telah menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan yang disampaikan di Teheran ini menyoroti dugaan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dalam rangkaian agresi militer yang sedang berlangsung. Data tersebut mencakup kerusakan infrastruktur yang luas dan menyebar di berbagai wilayah strategis di Iran.

Secara spesifik, sekitar 20.000 unit bangunan yang hancur berada di ibu kota Teheran, sementara 60.000 lainnya tersebar di penjuru negara. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat signifikan dengan tercatatnya 18.790 unit komersial yang menjadi sasaran serangan tersebut. Selain itu, 266 fasilitas kesehatan dan 498 sekolah juga dilaporkan rusak parah akibat gempuran yang terjadi sejak konflik pecah.

Kolivand menegaskan bahwa kerugian jiwa dari kalangan non-kombatan terus bertambah, termasuk tenaga medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Tercatat 12 tenaga kesehatan gugur dan lebih dari 90 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Tragedi ini juga menelan ratusan korban jiwa dari masyarakat umum, termasuk perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi terdampak.

Ketegangan memuncak pasca-serangan gabungan pada 28 Februari lalu yang menewaskan tokoh-tokoh penting Iran, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Sebagai respons, Iran melancarkan balasan militer berupa serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan serta aset Amerika Serikat di Timur Tengah. Eskalasi ini memicu kekhawatiran serius mengenai stabilitas kawasan yang berdampak pada gangguan rantai pasok global dan keamanan jalur logistik.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di Iran memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia mengenai pentingnya ketahanan infrastruktur pangan dan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Konflik bersenjata yang menghancurkan fasilitas publik seperti sekolah dan pusat kesehatan merupakan pengingat nyata bagi sektor agrikultur nasional agar senantiasa menjaga stabilitas suplai domestik. Sebagai negara agraris yang bergantung pada kestabilan jalur perdagangan internasional, Indonesia harus memperkuat kemandirian ekonomi untuk memitigasi dampak guncangan dari krisis luar negeri.

Editor : ALengkong