Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Bangladesh Korban Meninggal Pertama Virus Nipah di 2026

P
Penulis: Pratama Karamoy❯
Ilustrasi
Ilustrasi

NAOGAON – Seorang pasien perempuan berusia 40-an tahun di Bangladesh dilaporkan meninggal dunia akibat virus nipah (NiV). Ini jadi kematian pertama akibat virus NiV pada 2026. Berdasar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien itu mengalami gejala yang sesuai dengan infeksi NiV pada 21 Januari lalu.


Advertisement

Gejala mencakup demam, sakit kepala, kram otot, hilang nafsu makan (anoreksia), lemas, dan muntah. Selanjutnya, sang pasien mengalami hipersalivasi, disorientasi, dan kejang-kejang. "Seorang wanita meninggal akibat penyakit yang merusak otak tersebut setelah mengonsumsi jus kurma mentah," kata Pejabat Ilmiah Senior di Institute of Epidemiology Disease Control and Research Sharmin Sultana dilansir Xinhua pada 7 Februari lalu.

 

Kasus tersebut dilaporkan terjadi di sebelah utara Distrik Naogaon. Selanjutnya pada 27 Januari, pasien perempuan itu tidak sadarkan diri. Seorang dokter lokal lantas merujuknya ke sebuah rumah sakit tersier.

Advertisement

Berdasar laman WHO, penyebaran NiV terjadi karena kontak langsung hewan yang terinfeksi atau melalui ekskresi dan sekresi hewan terinfeksi. Salah satu hewan yang disebut sebagai agen atau inang virus adalah kelelawar buah dari jenis Pteropodidae. Kelelawar jenis ini umumnya ditemui di kawasan Asia dan Australia.

 

Advertisement

 

Selain itu, penyebaran juga terjadi lewat kontak dengan orang yang terinfeksi atau dengan cairannya seperti droplet, urin, atau darah. Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung melalui benda atau makanan yang terkontaminasi virus.

Adapun untuk diagnosis NiV dilakukan lewat pemeriksaan real time polymerase chain reaction atau RT-PCR pada spesimen usap nasal/orofaring, cairan serebrospinal, atau darah. Disebutkan bahwa belum ada pengobatan spesifik untuk penyakit NiV dan juga belum tersedia vaksin. Sehingga, pengobatan yang ada saat ini bersifat suportif dan simtomatis atau mengobati gejala. (raf/len/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Aktivitas lari santai atau slow jogging sedang menjadi tren di masyarakat. Pakar UGM membagikan tips persiapan dan manfaat kesehatannya.

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Simak penjelasan para ahli gizi mengenai efektivitas teh dalam menghidrasi tubuh serta faktanya di balik kandungan kafein yang sering disalahartikan.

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin matang buah terasa semakin manis di lidah, namun apakah kandungan gulanya benar-benar bertambah atau hanya berubah bentuk? Simak penjelasannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer