Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Perkembangan Anak Ungkap Bayi Bisa Berbohong Sejak Dini dan Menjadi Tanda Kognitif Normal

A
Ilustrasi bayi ceria yang sedang bermain.
Ilustrasi bayi laki-laki yang sedang tersenyum ceria di ruang bermain.

Advertisement

JagoSatu.com - Penelitian terbaru dalam bidang psikologi perkembangan mengungkap fakta menarik bahwa bayi berusia di bawah satu tahun ternyata telah memiliki kemampuan alami untuk melakukan “kebohongan kecil” atau manipulasi emosional. Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan umum bahwa perilaku tidak jujur baru muncul ketika anak sudah mampu berkomunikasi secara verbal.

Para pakar perkembangan anak menegaskan bahwa kecenderungan manipulatif pada fase awal kehidupan tidak mencerminkan adanya masalah moral ataupun niat buruk. Secara ilmiah, fenomena ini dipahami sebagai bentuk strategi adaptasi sosial pertama yang digunakan bayi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekaligus menarik perhatian orang-orang terdekat yang merawatnya.

Salah satu bentuk yang paling sering diamati adalah tangisan palsu. Dalam situasi tertentu, bayi dapat menangis dengan sengaja untuk memanggil pengasuhnya, lalu berhenti secara tiba-tiba dan bahkan tersenyum ketika orang yang diinginkan sudah berada di dekatnya. Selain itu, pada usia sekitar enam bulan, bayi juga mulai menunjukkan ekspresi lain seperti tawa palsu atau pura-pura batuk sebagai cara untuk menciptakan respons dari lingkungan sekitar.

Advertisement

Menariknya, kemunculan perilaku ini justru dinilai sebagai tanda positif oleh para ahli. Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kognitif serta sistem saraf otak bayi berjalan dengan baik. Bayi mulai mampu memahami hubungan sebab-akibat, yaitu bahwa tindakan yang mereka lakukan dapat memengaruhi respons emosional dari orang dewasa.

Berdasarkan temuan tersebut, orang tua tidak perlu merasa cemas atau terburu-buru memberikan label negatif kepada anak. Pendekatan yang disarankan adalah tetap memberikan kasih sayang secara proporsional tanpa hukuman fisik maupun teguran keras, mengingat bayi belum memahami konsep moralitas secara utuh.

Dengan pola asuh yang sehat, sabar, dan penuh kehangatan, kemampuan interaksi sosial ini dapat diarahkan secara bertahap menjadi bentuk komunikasi yang lebih positif, terbuka, dan jujur seiring bertambahnya usia anak.

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2026/07/03/153100320/bayi-ternyata-bisa-berbohong-wajarkah-

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer