Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Depresi dan Kecemasan Disebut Bisa Pangkas Harapan Hidup hingga 20 Tahun

A
Ilustrasi kondisi stres dan kelelahan mental yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang.
Ilustrasi kondisi stres dan kelelahan mental yang dapat memengaruhi kesehatan seseorang.

Advertisement

JagoSatu.com - Depresi dan kecemasan dilaporkan dapat memperpendek harapan hidup seseorang hingga 20 tahun. Depresi dan kecemasan bukan sekadar gangguan emosional yang memengaruhi suasana hati, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh. Individu yang mengalami gangguan mental disebut memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.

Hal ini terjadi karena gangguan mental sering berkaitan dengan berbagai faktor risiko lain, seperti penyakit kronis, gaya hidup tidak sehat, serta keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut membuat penderita lebih rentan mengalami komplikasi dalam jangka panjang.

Selain itu, depresi dan kecemasan dapat memengaruhi perilaku sehari-hari seseorang. Penderita cenderung mengalami penurunan motivasi untuk menjaga kesehatan, termasuk dalam hal pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan terhadap pengobatan.

Advertisement

Gangguan mental juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan metabolisme, serta masalah kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental dan fisik saling berkaitan erat.

Disebutkan bahwa depresi dan kecemasan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, terutama jika kondisi berlangsung dalam jangka panjang.

Faktor sosial turut memperburuk kondisi penderita, seperti isolasi, kurangnya dukungan lingkungan, serta stigma terhadap gangguan mental. Hal ini sering membuat penderita enggan atau terlambat mencari bantuan.

Advertisement

Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mengurangi dampak jangka panjang. Penanganan tidak hanya melalui terapi medis, tetapi juga dukungan psikologis dan perubahan gaya hidup.

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental juga menjadi kunci dalam pencegahan. Edukasi publik diperlukan agar masyarakat lebih memahami gejala dan cara penanganannya.

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai harus terus ditingkatkan. Ketersediaan tenaga profesional dan fasilitas yang mendukung akan membantu proses pemulihan penderita.

Dengan memahami risiko yang ditimbulkan, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap tanda-tanda gangguan mental. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : https://health.kompas.com/read/26G11211649068/depresi-dan-kecemasan-bisa-perpendek-peluang-hidup-hingga-20-tahun

Artikel Terkait

Mengenal Fenomena Wajah Kortisol: Bahaya Stres Kronis yang Menyebabkan Pembengkakan Pipi

Mengenal Fenomena Wajah Kortisol: Bahaya Stres Kronis yang Menyebabkan Pembengkakan Pipi

Ketahui penyebab wajah kortisol atau pembengkakan pada pipi akibat tingkat stres kronis, serta langkah medis yang tepat untuk mengatasi perubahan hormon ini.

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres kronis dikaitkan dengan enam penyebab kematian utama menurut kajian NCBI, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Simak cara mengelolanya.

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Autism test mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi tanda autisme pada anak. Simak cara skrining, tanda yang perlu diperhatikan, dan kapan harus berkonsultasi ke dokter.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer