Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Cuma Bakat, Ini Kebiasaan yang Terbukti Bantu Otak Makin Tajam

A
Ilustrasi otak dan jaringan sinapsis — sejumlah kebiasaan sehari-hari disebut dapat membantu mengasah ketajaman kognitif secara alami.
Ilustrasi otak dan jaringan sinapsis — sejumlah kebiasaan sehari-hari disebut dapat membantu mengasah ketajaman kognitif secara alami.

Advertisement

 JagoSatu.com- Ketajaman berpikir dan daya ingat seseorang ternyata tidak semata ditentukan faktor genetik, melainkan sangat dipengaruhi oleh plastisitas otak, yakni kemampuan otak membentuk koneksi saraf baru sebagai respons terhadap stimulasi dan pengalaman sehari-hari.

Otak merupakan organ yang paling banyak mengonsumsi energi dalam tubuh manusia, sehingga kurangnya asupan nutrisi tertentu dan oksigenasi darah yang buruk dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai brain fog, membuat seseorang sulit fokus dan mudah lupa.

Salah satu kebiasaan yang paling didukung bukti ilmiah adalah aktivitas fisik aerobik seperti lari, berenang, atau bersepeda, yang terbukti meningkatkan produksi protein bernama Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF) di otak.

Advertisement

BDNF berperan penting dalam mendukung pertumbuhan neuron baru dan memperkuat plastisitas otak, dengan penelitian menunjukkan satu sesi olahraga aerobik intensitas sedang hingga tinggi dapat meningkatkan kadar BDNF dalam darah hingga 20-30 persen secara langsung, menurut riset yang dihimpun IQ Healthspan.

Selain olahraga, kualitas tidur turut menjadi faktor krusial, karena selama tidur otak menjalankan proses pembersihan sisa metabolisme lewat sistem glimfatik, sekaligus memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.

Latihan kognitif rutin seperti bermain catur, mengisi teka-teki silang, atau mempelajari bahasa baru turut disebut dapat meningkatkan kepadatan materi abu-abu di otak dan memperkuat memori jangka panjang, karena otak bekerja mirip otot yang bisa melemah bila jarang dilatih.

Advertisement

Dari sisi nutrisi, asam lemak omega-3 jenis DHA diketahui menjadi komponen struktural utama korteks otak. Sebuah studi yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa suplementasi omega-3 berkorelasi signifikan dengan peningkatan volume otak pada area yang bertanggung jawab atas pembelajaran dan memori.

Selain DHA, tubuh juga membutuhkan asupan vitamin B kompleks yang berperan sebagai kofaktor dalam sintesis neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, serta zat besi yang penting untuk pembentukan hemoglobin pembawa oksigen ke otak.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan otak kekurangan oksigen, memicu rasa kantuk, sulit konsentrasi, dan penurunan kemampuan berpikir cepat.

Bagi yang ingin meningkatkan fokus saat bekerja, sejumlah teknik sederhana seperti metode Pomodoro (25 menit fokus diselingi 5 menit istirahat), menjaga hidrasi tubuh, dan menghindari multitasking berlebihan turut disarankan untuk menjaga performa kognitif tetap optimal sepanjang hari.

Advertisement

Artikel Terkait

Ahli Ingatkan Pensiunan Jangan Hanya Bersantai, Dampaknya Bisa Buruk Bagi Otak

Ahli Ingatkan Pensiunan Jangan Hanya Bersantai, Dampaknya Bisa Buruk Bagi Otak

Ahli kesehatan memperingatkan bahwa masa pensiun yang dihabiskan hanya dengan bersantai tanpa aktivitas terstruktur dapat berdampak buruk bagi fungsi otak.

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres Kronis Dikaitkan dengan Enam Penyebab Kematian Utama, Ini Cara Mengelolanya

Stres kronis dikaitkan dengan enam penyebab kematian utama menurut kajian NCBI, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Simak cara mengelolanya.

Dokter Spesialis Ungkap Delapan Faktor yang Membuat Seseorang Tampak Sehat Padahal Sedang Sakit

Dokter Spesialis Ungkap Delapan Faktor yang Membuat Seseorang Tampak Sehat Padahal Sedang Sakit

Kenali delapan faktor medis dan fisik yang membuat seseorang tampak sehat dan bugar padahal sebenarnya sedang mengalami gangguan kesehatan serius.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer