Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali 3 Jenis Stres Kerja dan Cara Tepat Menghadapinya

A
Infografis panduan mengenali tiga jenis stres kerja utama dan strategi tepat untuk menanganinya, mulai dari menjaga pola hidup sehat hingga mencari dukungan rekan kerja.
Infografis panduan mengenali tiga jenis stres kerja utama dan strategi tepat untuk menanganinya, mulai dari menjaga pola hidup sehat hingga mencari dukungan rekan kerja.

Advertisement

 JagoSatu.com- Stres kerja merupakan respons yang muncul ketika seseorang dihadapkan pada tuntutan dan tekanan pekerjaan yang tidak sebanding dengan pengetahuan dan kemampuannya, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi kemampuan pekerja untuk mengatasinya.

Tekanan di tempat kerja pada dasarnya sulit dihindari karena tuntutan lingkungan kerja modern, dan stres tersebut terkadang justru dapat membuat pekerja tetap waspada dan termotivasi, meski di sisi lain juga bisa terasa membebani.

Kondisi ini menurut dr. Budiyanto, MARS, dapat menjadi lebih buruk ketika seorang pekerja tidak mendapat dukungan dari atasan maupun rekan kerja, serta memiliki sedikit kendali atas proses kerjanya sendiri.

Advertisement

Jenis pertama adalah stres akut, yang bersifat situasional dan hanya berlangsung sebentar, terkadang bahkan menimbulkan sensasi menyenangkan atau motivasi saat menghadapi tantangan baru yang menarik.

Meski begitu, perasaan yang menyertai stres akut tetap perlu mendapat perhatian, terutama jika seseorang merasa waktu 24 jam terasa kurang untuk pekerjaannya, sehingga penting untuk tetap menjaga waktu istirahat, pola makan, dan olahraga di tengah kesibukan.

Jenis kedua adalah exhaustion atau burnout, yakni kondisi kelelahan secara fisik, emosional, maupun intelektual yang berdampak besar pada pekerjaan dan memerlukan penanganan segera.

Advertisement

Gejala burnout yang perlu diwaspadai antara lain suasana hati negatif, kurangnya motivasi, dan tanda-tanda depresi, dengan cara mengatasinya melalui istirahat sejenak serta mengatur pola hidup menjadi lebih sehat agar pikiran dan tubuh punya kesempatan pulih.

Jenis ketiga adalah stres yang disebabkan rasa takut, yang biasanya muncul ketika pekerja ditugaskan mengambil keputusan penting dengan konsekuensi besar, memicu ketakutan terselubung yang berujung pada stres.

Untuk mengatasi jenis stres ini, berdiskusi dengan rekan kerja yang dipercaya atau atasan guna mendapatkan dukungan atas keputusan yang diambil dapat membantu meringankan beban yang dirasakan.

Secara fisiologis, stres memicu alarm di otak yang mempersiapkan tubuh untuk tindakan defensif, ditandai pelepasan hormon yang mempertajam indra, mempercepat denyut nadi, memperdalam pernapasan, dan menegangkan otot sebagai respons alami untuk bertahan dari situasi yang mengancam.

Advertisement

Artikel Terkait

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Cara Melakukan Autism Test Mandiri di Rumah, Kenali Tanda Awal Autisme Sejak Dini

Autism test mandiri dapat menjadi langkah awal mendeteksi tanda autisme pada anak. Simak cara skrining, tanda yang perlu diperhatikan, dan kapan harus berkonsultasi ke dokter.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Manfaat Curhat bagi Kesehatan Mental, Kenali Juga Bedanya dengan Trauma Dumping

Manfaat Curhat bagi Kesehatan Mental, Kenali Juga Bedanya dengan Trauma Dumping

Curhat terbukti membantu meredakan stres dan menjaga kesehatan mental. Kenali manfaatnya serta bedanya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer