Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidur 30 Menit Setelah Makan Berbahaya? Ini Risiko bagi Kesehatan Menurut Halodoc

A
Penulis: ALengkong❯
Ilustrasi seseorang tertidur sekitar 30 menit setelah makan. Kebiasaan tidur terlalu cepat setelah makan dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung, gangguan pencernaan, hingga menurunkan kualitas tidur. Foto: Ilustrasi/Freepik.
Ilustrasi seseorang tertidur sekitar 30 menit setelah makan. Kebiasaan tidur terlalu cepat setelah makan dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung, gangguan pencernaan, hingga menurunkan kualitas tidur. Foto: Ilustrasi/Freepik.

Advertisement

JagoSatu.com – Rasa kantuk setelah makan sering membuat sebagian orang memilih langsung berbaring atau tidur. Namun, kebiasaan tidur sekitar 30 menit setelah makan ternyata berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan Halodoc dan telah ditinjau oleh Redaksi Halodoc, tidur atau berbaring dalam waktu singkat setelah makan dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), gangguan pencernaan, hingga menurunkan kualitas tidur.

Saat seseorang berbaring setelah makan, posisi tubuh memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sensasi panas di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga batuk akibat iritasi pada saluran cerna.

Advertisement

Selain itu, posisi berbaring juga membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat karena makanan tidak lagi terbantu oleh gaya gravitasi untuk bergerak melalui saluran pencernaan. Akibatnya, seseorang dapat mengalami perut terasa penuh, kembung, atau begah lebih lama.

Halodoc juga menjelaskan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah makan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Halodoc menjelaskan bahwa kebiasaan langsung tidur setelah makan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan karena tubuh membakar kalori lebih sedikit saat tidur dibandingkan ketika beraktivitas.

Tidak hanya itu, tidur dengan kondisi perut masih penuh juga dapat mengurangi kualitas istirahat. Rasa tidak nyaman akibat perut begah maupun proses pencernaan yang masih berlangsung dapat membuat seseorang sulit mencapai tidur yang nyenyak.

Advertisement

Untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan, Halodoc menyarankan beberapa langkah sederhana, seperti berjalan santai selama sekitar 10–15 menit, menghindari makan dalam porsi berlebihan, serta tetap duduk atau berdiri tegak selama 30–60 menit setelah makan.

Apabila seseorang benar-benar harus beristirahat setelah makan, posisi tubuh disarankan tetap setengah duduk dengan bantuan beberapa bantal agar bagian kepala dan dada lebih tinggi. Posisi tersebut dapat membantu mengurangi risiko naiknya asam lambung.

Sebagai langkah pencegahan, Halodoc merekomendasikan memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur. Jika keluhan seperti refluks asam lambung atau gangguan pencernaan sering muncul atau semakin berat, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Informasi mengenai risiko tidur setelah makan, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah pencegahan bersumber dari artikel Halodoc berjudul "30 Menit Setelah Makan Tidur: Bahaya & Solusi" yang dipublikasikan pada 13 Februari 2026 dan telah ditinjau oleh Redaksi Halodoc.

Advertisement

Artikel Terkait

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Tren Lari Santai Kian Digemari, Pakar UGM Ungkap Manfaat dan Cara Aman Melakukannya

Aktivitas lari santai atau slow jogging sedang menjadi tren di masyarakat. Pakar UGM membagikan tips persiapan dan manfaat kesehatannya.

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Benarkah Teh Sama Menghidrasinya dengan Air Putih? Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Simak penjelasan para ahli gizi mengenai efektivitas teh dalam menghidrasi tubuh serta faktanya di balik kandungan kafein yang sering disalahartikan.

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin matang buah terasa semakin manis di lidah, namun apakah kandungan gulanya benar-benar bertambah atau hanya berubah bentuk? Simak penjelasannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer