Status Darurat Kekeringan, Bupati Minut Joune Ganda Imbau Warga Siaga Bencana

JAGOSATU.COM - Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr Joune Ganda prihatin dengan kekeringan lahan-lahan di daerahnya. Karena itu ia menyerukan warga untuk Siaga Bencana Kekeringan. "Saya imbau dan saya ajak warga Minahasa Utara untuk siaga bencana kekeringan. Banyak lahan kritis karena kekeringan akibat musim panas panjang yang sedang melanda kita," kata Joune Ganda kepada wartawan, dua hari lalu.
Pemkab Minut menetapkan status darurat bencana kekeringan. "Kebijakan ini harus menjadi gerakan masyarakat juga. Tidak sekadar tanggungjawab Pemkab, tapi mari sama-sama kita tanggulangi. Terutama menghindari bencana kebakaran lahan," tukasnya.
Ia mengakui, pemerintah adalah fasilitator dan motivator dalam kondisi darurat bencana. Tetapi masyarakat adalah sebagai garda terdepan, sebagai obyek dan subyek program.
Ia mengurai bagaimana kesiap-siagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana kekeringan. Bupati Joune menjelaskan, "Yang pertama hidup efisien, utamakan kesehatan. Sebab kemarau berkepanjangan rawan penyebaran penyakit. Lalu sama-sama menjaga agar tidak terjadi pembakaran lahan secara sengaja, termasuk hal terkecil, buang punting rokok sembarangan," imbuh dia.
Ia juga menyadari, akan muncul problem ketersediaan air bersih yang cenderung berkurang. Karena itu penggunaan air bersih harus efisien. "Hemat air bersih kedengaran sederhana, tetapi ingat, air bersih adalah kebutuhan dasar dan semakin bernilai ekonomis. Dalam situasi alam seperti sekarang, kita harus bijak menggunakan sumber air yang tersedia agar mencukupi kebutuhan," urainya.
Hidup efisien dan berdaya-tahan sangat diperlukan. Sebab kemarau panjang kini telah memicu kenaikan harga beberapa komoditi pertanian. Beberapa komoditi pertanian produksinya menurun karena kemarau. "Produksi berkurang memicu kenaikan harga sayuran dan rempah-rempah. Dampak ekonomi ini harus dihadapi dengan hidup efisien.’’
Selain itu, Bupati Joune juga mengimbau warga Minut untuk waspada kebakaran, baik kebun maupun pemukiman. "Waraga Minut juga perlu memiliki upaya mitigasi mencana atau langkah-langkah pencegahan bencana kekeringan termasuk kebakaran," katanya.
Semua jajaran pemerintah dan elemen masyarakat terpadu dalam program mitigasi bencana kekeringan. "Depe sederhana, semua Pala (kepala jaga dan kepala lingkungan, tidak cuma mengimbau tetapi melakukan kontrol rutin kondisi keamanan lingkungannya," tegas Joune Ganda.(ypw/jgs/dbs/*)
