Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Gelar Pertemuan dengan Apindo di Hambalang, Pengusaha Diminta Berkolaborasi Ciptakan Lapangan Kerja

P
Photo
Photo

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto tancap gas menggerakkan sektor riil. Dunia usaha diminta tak sekadar tumbuh, tetapi juga aktif membuka lapangan kerja baru. Pesan itu ditegaskan Prabowo saat menerima Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di rumah pribadi di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2) malam.


Advertisement

 

Utamakan Padat Karya

Pertemuan tersebut menjadi forum dialog strategis antara pemerintah dan pelaku usaha untuk membaca arah perekonomian nasional sekaligus memperkuat sinergi penciptaan kerja. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, presiden secara khusus mengajak pengusaha berkolaborasi menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor padat karya dan bernilai tambah.

Advertisement

"Berkolaborasi menciptakan lapangan kerja mulai dari tekstil, garmen, dan alas kaki hingga mebel serta industri makanan dan minuman," ujarnya.

Menurut dia, Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, peran dunia usaha menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya menghasilkan angka, tetapi juga kesempatan kerja yang berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, Apindo menyatakan dukungannya terhadap agenda besar pemerintahan Prabowo. Mulai dari pengentasan kemiskinan, pemenuhan gizi anak, hingga penguatan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Advertisement

Kelompok pengusaha juga sepakat pentingnya memperkuat industrialisasi nasional agar tercipta nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperluas serapan tenaga kerja.

 

 

Sampaikan Kondisi Riil Industri

Apindo diwakili jajaran pengurus, di antaranya Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani dan Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Sofjan Wanandi. Shinta menilai pertemuan dengan presiden menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kondisi riil industri.

Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas berbagai isu lintas sektor. "Prinsipnya bagus, keterbukaan," ujar Shinta.

Dia menilai pengusaha tidak hanya menerima arahan, tetapi juga bisa memberi masukan berbasis pengalaman di lapangan. "Kita juga mendengar dari beliau, tapi kita juga bisa memberikan masukan-masukan. Ini kesempatan yang luar biasa," katanya. (agf/dio/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer