Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Migas dan B50 Jadi Andalan Energi 2026

P
Petugas memindahkan BBM jenis pertalite di Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan, Indramayu, Jabar.
Petugas memindahkan BBM jenis pertalite di Kilang Pertamina Internasional Unit Balongan, Indramayu, Jabar.

JAKARTA — Pemerintah tancap gas memperkuat ketahanan energi nasional. Produksi migas, percepatan biodiesel, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) diposisikan sebagai tiga penopang utama agar Indonesia lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada impor energi pada 2026.


Advertisement

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno mengatakan, pemerintah menyiapkan tiga fondasi kebijakan, yakni kemandirian energi, ketahanan energi, dan swasembada energi. Salah satu fokusnya ialah meningkatkan kapasitas kilang agar lebih banyak bahan bakar minyak (BBM) diproduksi di dalam negeri.

"Pada ketahanan energi kita meningkatkan cadangan melalui penambahan kapasitas storage minyak. Pada swasembada energi, kita berupaya menurunkan impor melalui berbagai pendekatan," ujar Tri.

Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong kenaikan produksi migas. Pada 2025, realisasi lifting minyak mencapai 605.300 barel per hari (bph), melampaui target APBN.

Advertisement

 

 

Advertisement

Untuk menjaga momentum itu, Kementerian ESDM menyiapkan optimalisasi teknologi di lapangan eksisting hingga menghidupkan kembali sumur minyak tidak aktif. Hingga Desember 2025, terdapat 787 sumur idle dari potensi sekitar 6.300 sumur yang bisa direaktivasi.

"Selain itu, percepatan eksplorasi di Indonesia Timur juga dilakukan. Nantinya akan ada penawaran 110 blok migas potensial untuk menjamin pasokan ke depan," jelas Tri.

Tak hanya migas, penguatan energi juga ditempuh lewat bahan bakar nabati. Program mandatori biodiesel B40 disebut memberi dampak besar. Mulai dari tambah devisa hingga Rp130 triliun serta penciptaan sekitar dua juta lapangan kerja. Pemerintah kini menyiapkan peningkatan bauran menjadi B50. Uji coba B50 sudah memasuki tahap lapangan. (agf/dio/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer