Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang TKA SD-SMP, Pemda Inventarisasi Sarana dan Prasarana

P
Ilustrasi
Ilustrasi

 


Advertisement

JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP pada April mendatang kian matang. Dukungan dari pemerintah daerah (pemda) hingga orang tua murid pun terus mengalir.

Di Jawa Tengah, persiapan telah dilakukan secara menyeluruh. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin, menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti sosialisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan membentuk kepanitiaan pelaksanaan TKA SD-SMP hingga tingkat kabupaten/kota. Koordinasi lintas daerah juga terus diperkuat.

"Kami sudah membentuk kepanitiaan tingkat provinsi dan meminta daerah melakukan hal serupa. Harapannya, pelaksanaan TKA berjalan lancar sesuai ketentuan," ujarnya, dikutip Kamis (19/2).

Advertisement

 

Sejumlah langkah teknis juga ditempuh, mulai dari penyusunan soal untuk kelas 6 SD dan kelas 9 SMP hingga pelatihan tim teknis. Sebagai informasi, untuk TKA SD-SMP, soal tidak sepenuhnya disusun oleh pusat. Ada peran pemda melalui guru mata pelajaran terkait dalam penyusunan soal. Adapun pada TKA SD-SMP ini hanya ada dua mata pelajaran yang diujikan, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia.

Tak hanya itu, pemda juga telah menginventarisasi sarana dan prasarana yang akan digunakan, seperti komputer, jaringan listrik, dan internet, guna mengantisipasi kendala di lapangan. Pemantauan dilakukan secara berlapis, mulai dari pendataan peserta, simulasi, gladi bersih, hingga pelaksanaan utama dan susulan. Verifikasi langsung ke sekolah juga dilakukan untuk memastikan semua sarana dan prasarana benar-benar siap.

Advertisement

"Semoga TKA SD dan SMP ini dapat berjalan dengan baik serta sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga berharap hasil TKA dapat menjadi dasar awal perbaikan proses belajar mengajar," jelasnya.

 

 

Dukungan terhadap TKA juga datang dari kalangan akademisi. Pengamat pendidikan Satria Dharma mengatakan bahwa kehadiran TKA perlu dipahami sebagai instrumen pemetaan mutu pendidikan, bukan ujian penentu seperti Ujian Nasional. Sebab, TKA dirancang untuk memperoleh data capaian akademik yang terstandar, objektif, dan berkualitas secara nasional.

Meski begitu, diakuinya masih ada tantangan implementasi pada aspek sosiologis, di mana mentalitas Ujian Nasional mendarah daging selama puluhan tahun di masyarakat Indonesia. "Padahal, secara teknis dan akademis, TKA 2026 dirancang untuk membebaskan siswa dari beban kelulusan," ungkapnya. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga agar TKA tidak berubah menjadi high-stakes test yang mendorong siswa dan guru hanya berorientasi pada nilai. Hal tersebut dapat membuat TKA tak ada bedanya dengan Ujian Nasional. (mia/ali/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer