Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selesaikan Proyek Strategis, Krakatau Steel Bidik Pendapatan USD 1,6 Miliar

P

NAIK LEVEL: Krakatau Steel terus memperkuat lini usaha sekaligus mengembangkan usaha pendukung untuk meraih target pendapatan dobel digit tahun ini.
NAIK LEVEL: Krakatau Steel terus memperkuat lini usaha sekaligus mengembangkan usaha pendukung untuk meraih target pendapatan dobel digit tahun ini.


Advertisement

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menargetkan pendapatan konsolidasi sebesar USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 26,98 triliun pada 2026. Sejumlah strategi dilakukan untuk mempertahankan level kinerja hijau. Salah satunya ekspansi bisnis pengolahan bijih besi yang ditugaskan oleh Danantara.

Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan mengatakan, tahun ini menjadi momentum transformasi dari fase bertahan menuju penguatan bisnis. "Melalui KRAS Reborn, perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar USD 1,6 miliar sebagaimana tertuang dalam RKAP 2026," ujarnya.

 

Advertisement

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek strategis yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan profitabilitas serta efisiensi operasional. Krakatau Steel juga terus mengembangkan berbagai lini usaha pendukung. Beberapa di antaranya mencakup pengelolaan kawasan industri, layanan kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, hingga pembangkit listrik.

Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio Krakatau Steel Hernowo menambahkan, Krakatau Steel diminta Danantara Indonesia untuk berperan dalam proyek pengolahan pasir besi dan bijih besi menjadi baja, serta pengembangan produk stainless steel berbasis nikel. "Tahun lalu kinerja sudah hijau, selanjutnya tidak boleh merah lagi," tambah Hernowo.

 

 

Perseroan juga berencana memperluas kontribusi pada sektor maritim dengan peningkatan penggunaan baja yang diproduksi di dalam negeri. Hal ini dinilai penting mengingat kebutuhan material untuk industri galangan kapal sangat besar. "Kalau dibangun di domestik semua bisa double dengan catatan materialnya tidak impor," ujarnya. (agf/gal/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Pemerintah memperketat tata kelola perdagangan digital di tengah pertumbuhan pesat industri e-commerce nasional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer