Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemudik Terjebak Macet "Horor" di Pelabuhan Gilimanuk

P

MENGULAR: Kendaraan mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, untuk menyeberang ke Banyuwangi. Ekor antrean mencapai 32 kilometer.
MENGULAR: Kendaraan mengantre masuk ke pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, untuk menyeberang ke Banyuwangi. Ekor antrean mencapai 32 kilometer.


Advertisement

JEMBRANA – Akses menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, macet "horor" kemarin (15/3). Kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mengular panjang hingga 32 kilometer (km). Kepadatan kendaraan terasa sejak Jumat (14/3) malam.

Pada Sabtu (14/3) pagi, antrean bahkan telah mencapai wilayah Desa Melaya yang jaraknya sekitar 15 km dari pelabuhan. Kepadatan dipicu peningkatan mobilitas masyarakat yang hendak menyeberang dari Bali menuju Pulau Jawa menjelang Lebaran. Banyak pemudik yang memilih menyeberang lebih awal karena adanya rencana penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 19-20 Maret 2026.

 

Advertisement

Salah seorang pemudik, Witari mengatakan, dia berencana pulang kampung ke Jawa Barat (Jabar) bersama suami dan anak-anaknya. Mereka berangkat dari kawasan Jembrana, pada Minggu (15/3) pukul 09.00 WITA. Namun, hingga pukul 14.44 WITA, Witari baru sampai di depan GOR Melaya. Artinya, untuk menempuh jarak sekitar 10 km, mereka harus menghabiskan waktu hingga enam jam di perjalanan. "Lumayan lama tidak bergerak. Tapi, tetap sabar dan semangat saja," ujarnya.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dwi Suparwati mengungkapkan, seluruh personel telah dikerahkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik. Pihaknya telah melakukan rekayasa lalu lintas. "Pengaturan arus kendaraan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan pihak pelabuhan.

 

 

ASDP Minta Maaf

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Adale menjelaskan, lonjakan kendaraan terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik yang ingin menyeberang sebelum layanan penyeberangan ditutup sementara saat Nyepi. "ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa," ujarnya.

Saat ini, ASDP menambah tujuh kapal dari normalnya 28 kapal. Sehingga, totalnya 35 kapal yang beroperasi bergantian selama 24 jam.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk pada 14 Maret 2026, tercatat 234 trip kapal melayani penyeberangan dari Bali menuju Pulau Jawa. Jumlah penumpang mencapai 54.652 orang atau meningkat 8,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 50.545 orang.

Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mempercepat pelayanan penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang mengaktifkan dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang guna mengoperasikan dua kapal tambahan. (eps/fre/aph/jawa pos)

 

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer