Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Berpencar ke Jakarta Selatan dan Bogor

P

SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kanan) dan Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers penanganan kasus penyiraman air keras
SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (kanan) dan Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers penanganan kasus penyiraman air keras


Advertisement

JAKARTA – Polisi telah melakukan pengolahan digital alat komunikasi yang diduga dipakai pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Hasilnya, ditemukan bahwa salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian.

"Analisa jaringan komunikasi juga menunjukkan bahwa para pelaku kemudian berpencar ke wilayah Kalibata dan Ragunan (keduanya di Jakarta Selatan, red) dan Bogor," ungkap Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin dalam taklimat media di Jakarta pada Senin (16/3) malam.

 

Advertisement

Dari bukti rekaman CCTV di 86 titik, lanjut Iman, pelaku penyerangan berjumlah empat orang yang menaiki dua motor. Mereka menunggu korban di depan KFC Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah korban lewat, mereka mulai mengikuti pergerakannya menuju Jalan Diponegoro, lalu berlanjut ke arah lokasi penyiraman di persimpangan jalan Salemba I dan Jalan Talang yang juga masuk wilayah Menteng.

"Gambar yang dihasilkan dari CCTV cukup jelas sehingga memudahkan tim penyidik untuk melacak setiap langkah pelaku," kata Iman.

Andrie menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) lalu sekitar pukul 00.37 WIB. Akibat kejadian tersebut, korban menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Advertisement

 

Tindakan Stabilisasi

Terpisah, Manajer Hukum dan Humas RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Yoga Nara menyebut kalau pasien mengalami luka bakar akibat paparan cairan kimia pada area wajah dan beberapa bagian tubuh. Pasien tercatat datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. "Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," ucap Yoga.

Yoga melanjutkan, saat masuk IGD, diagnosis awal terdapat luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit. Kemudian, sesuai penilaian medis Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi penilaian medis yang menyatakan, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. (ygi/ttg/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer