Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sanksi Menanti Perusahaan Yang Tak Bayar THR Sesuai Ketentuan

P

Menteri Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan


Advertisement

JAKARTA – Ribuan aduan terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2026 diterima oleh Posko THR Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak 14 Maret 2026. Aduan paling banyak terkait THR yang tidak dibayar.

Merujuk pada data per Selasa (17/3) pukul 09.00 WIB, jumlah aduan yang masuk mencapai 1.655 aduan. Ada 1.121 perusahaan yang diadukan. Adapun aduan yang disampaikan oleh para pekerja/buruh meliputi THR tidak dibayar sebanyak 975 aduan, THR tidak sesuai ketentuan 378 aduan, hingga THR terlambat 302 aduan.

 

Advertisement

Sementara itu, terkait layanan konsultasi, posko menerima sekitar 2.000 konsultasi mengenai THR dan bonus hari raya (BHR) untuk pengemudi dan kurir daring.

"Alhamdulillah, itu sudah direspons dengan baik oleh tim yang siaga di Posko THR dan BHR. Mereka siaga setiap hari, termasuk Sabtu dan Minggu, bahkan saat hari Lebaran mereka tetap siaga di sini," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam acara pelepasan mudik gratis di halaman kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (17/3). Ia memastikan seluruh laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan.

 

Advertisement

Diakuinya, setiap tahun memang selalu ada perusahaan yang tidak membayarkan THR pekerjanya sesuai aturan. Oleh karena itu, pengawas ketenagakerjaan akan turun untuk melakukan verifikasi terhadap aduan yang ada.

"Kita tindak lanjuti, mereka harus tetap membayar THR pekerjanya. Nanti akan masuk ke dalam dokumen pemeriksaan, mereka juga harus membayar tambahan denda sebesar 5 persen," paparnya.

 

Selain itu, ia turut menyinggung soal BHR bagi para pengemudi dan kurir daring. Menurutnya, tahun ini pihak aplikasi memiliki komitmen kuat untuk membayarkan BHR kepada mitranya, bahkan dua kali lipat dari tahun lalu dengan target penerima sekitar 1,5 juta orang.

"Ini adalah suatu hal yang kita syukuri. Walaupun secara regulasi belum kita tetapkan, tetapi kepedulian, adanya tali asih, dan perhatian itulah yang ingin kita bangun di negara ini," katanya.

 

 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan program baru bersama Perhimpunan Ergonomi Indonesia dan 10 kampus di Indonesia. Pada momen mudik Lebaran ini, pihaknya mengadakan pengecekan tingkat kelelahan pengemudi. Pengecekan ini bertujuan memastikan kondisi sopir sebelum berangkat mudik.

"Kementerian Perhubungan fokus pada kondisi bus melalui ramp check, sedangkan Kementerian Ketenagakerjaan peduli terhadap kesiapan pengemudinya," jelasnya.

Menurutnya, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebelumnya, seorang pengemudi bus di Terminal Pulo Gebang dibatalkan perjalanannya setelah diketahui hanya tidur dua jam pada malam hari. Karena kondisinya dinilai tidak fit, sopir tersebut diminta digantikan oleh rekannya. (mia/ali/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer