Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konflik Global Buka Celah Kenaikan Harga Ekspor Komoditas Perkebunan

P

TERKEREK: Pekerja mengecek kualitas karet sebelum dilepas ke pasar.
TERKEREK: Pekerja mengecek kualitas karet sebelum dilepas ke pasar.


Advertisement

SURABAYA – PTPN I Regional 5 masih optimistis mencetak laba hingga Rp 500 miliar meskipun aset berkurang imbas pembangunan tol. Konflik global yang membuat harga komoditas naik menjadi celah bagi produk ekspor mereka meraup untung lebih besar. Salah satunya karet yang diprediksi bisa menyumbang 40 persen pemasukan.

 

Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo menjelaskan, masa konsolidasi tetap membuat pihaknya optimistis bisa menyumbang pendapatan bagi induk usaha. "Tahun lalu kami harus melakukan divestasi untuk beberapa lahan karena pembangunan jalan tol," ujarnya saat pemberangkatan mudik gratis di Surabaya Selasa (17/3).

Advertisement

 

Selama 2025 pihaknya bisa mencatatkan laba Rp 700 miliar. Salah satunya disumbang perolehan divestasi lahan yang diperuntukkan proyek tol yang mencapai 40 persen. Sisanya dari hasil produksi perkebunan. "Namun, hal tersebut juga berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tahun ini," ungkapnya.

 

 

Dengan kondisi seperti sekarang, tahun ini PTPN I regional 5 memasang target laba senilai Rp 500 miliar. Hal tersebut karena lahan tanam komoditas perkebunan berkurang. Meski begitu, Subagiyo merasa cukup optimistis target tersebut bakal terlampaui. Krisis geopolitik mengerek biaya logistik serta harga-harga komoditas.

 

"Komoditas kami seperti karet dan tembakau memang kami ekspor. Karena itu, saat dollar menguat dan ekspor makin langka, keuntungan kami akan meningkat," jelasnya. Harapannya, karet bisa menyumbang 40 persen dari kinerja penjualan perseroan di regional 5 tahun ini. Kontribusi itu akan disusul oleh kopi dan tembakau. (bil/gal/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

Vanda Sarundajang: FPSL Dorong Bitung Menuju Kota Wisata

FPSL merupakan sarana melestarikan budaya, serta peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM serta Ekraf.

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan 5,8-6,5 Persen di 2027, Andalkan Investasi dan Konsumsi

Pemerintah mulai menyiapkan fondasi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam dua tahun ke depan. Pada 2027, ekonomi nasional dipatok tumbuh di kisaran 5,8-6,5 persen sebagai tahap awal menuju....

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Biaya Admin Marketplace Wajib Transparan hingga Prioritaskan UMKM Lokal

Pemerintah memperketat tata kelola perdagangan digital di tengah pertumbuhan pesat industri e-commerce nasional. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer