Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garuda Siapkan 118 Armada untuk Percepatan Pemulihan

P

PEMULIHAN KAPASITAS: Pesawat Garuda Indonesia melintas di Bandara Soekarno-Hatta. Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 99 pesawat, naik dibandingkan 84 armada pada Juni 2025.
PEMULIHAN KAPASITAS: Pesawat Garuda Indonesia melintas di Bandara Soekarno-Hatta. Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 99 pesawat, naik dibandingkan 84 armada pada Juni 2025.


Advertisement

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membidik 2026 sebagai fase percepatan pemulihan kinerja. Maskapai pelat merah itu menargetkan 118 pesawat dalam kondisi siap operasi hingga akhir tahun depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyebutkan, terdiri atas 68 armada Garuda Indonesia dan 50 pesawat Citilink yang diharapkan telah berstatus serviceable. "Langkah ini menjadi bagian dari strategi turnaround perusahaan seiring percepatan transformasi bisnis serta pemulihan kapasitas armada yang sedang dijalankan," paparnya.

 

Advertisement

Di tengah upaya pemulihan tersebut, kinerja keuangan sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan. Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan usaha konsolidasi sebesar USD 3,22 miliar atau turun 5,9 persen secara tahunan.

Di sisi laba, perusahaan membukukan rugi bersih sebesar USD 319,39 juta. Kinerja tersebut dipengaruhi fluktuasi nilai tukar, kenaikan biaya tetap, serta program pemulihan armada yang masih berlangsung.

 

 

Dari sisi operasional, jumlah armada yang beroperasi mulai meningkat. Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 99 pesawat, naik dibandingkan 84 pesawat pada Juni 2025. Meskipun demikian, masih terdapat 43 pesawat yang menjalani perawatan.

Sepanjang 2025, trafik penumpang tercatat 21,2 juta orang atau turun 10,5 persen secara tahunan. Hal itu mencerminkan tekanan permintaan dan penurunan passenger yield. "Ke depan kami optimistis pemulihan armada dan transformasi yang konsisten akan mendorong perbaikan kinerja secara bertahap," pungkasnya. (agf/dio)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer