Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Istri dan Anak Antar Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon ke Peristirahatan Terakhir

P
istri Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, Fafa Nur Azila (kanan), di TMP Giripeni, Wates, Kulon Progo. (Antara)
istri Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, Fafa Nur Azila (kanan), di TMP Giripeni, Wates, Kulon Progo. (Antara)

Advertisement

 SEKITAR setengah jam setelah ditenangkan, Fafa Nur Azila, mendekat lagi ke pusara sang suami Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Ia duduk dan mencium foto pria yang telah memberinya seorang putri berusia dua tahun itu.

Sebelumnya, Fafa diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga. Radar Jogja Grup Jawa Pos melansir, tangis sempat tertahan, sebelum kemudian pecah saat tangan lemah perempuan 25 tahun itu menaburkan bunga di liang lahat sang suami yang gugur di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) itu. Kesempatan penaburan bunga juga diberikan kepada orang tua dan keluarga..

Keluarga Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar menangis saat pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, kemarin (5/4). (Antara Foto)
Keluarga Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar menangis saat pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, kemarin (5/4). (Antara Foto)

Advertisement

 

Keharuan semakin menyeruak saat Shanaya Almahyra Elshanu, putri Farizal dan Fafa yang digendong sang kakek ikut menaburkan bunga. Sang kakek, ayah Farizal, tampak memandu cucunya menaburkan bunga ke liang lahat sang ayah yang bertugas di lingkungan Kodam I Iskandar Muda tersebut. "Almarhum gugur mengemban misi perdamaian. Almarhum mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda Anumerta," kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.

 

 

Prajurit Tangguh

Di pemakaman Mayor Infanteri (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Panglima TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut, almarhum salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI, khususnya di satuan elite Kopassus.

Almarhum meninggal bersamaan dengan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat kendaraan dinas yang mereka naiki meledak di Lebanon Selatan. Agus, seperti dilansir Radar Bandung, menilai, sosok personel UNIFIL itu bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga teladan dalam setiap penugasan yang diemban selama berdinas.

"Sepanjang karier militer, almarhum kerap menerima penghargaan dari satuan. Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan membuatnya dipercaya menjalankan berbagai tugas penting, termasuk misi internasional," ujar Agus.

Istri almarhum tampak tegar meski tak mampu menahan air mata. Sementara itu, anaknya terlihat larut dalam kesedihan saat mengantar kepergian sang ayah untuk terakhir kalinya.

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer