Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panitia UTBK Lakukan Analisis Kemiripan Wajah

P
PENGAWASAN DETAIL: Peserta mengganti sepatu dengan sandal sebelum mengikuti UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (22/4).(Foto oleh: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
PENGAWASAN DETAIL: Peserta mengganti sepatu dengan sandal sebelum mengikuti UTBK di Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya, kemarin (22/4). (Foto oleh: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Advertisement

 SURABAYA – Pengungkapan kasus perjokian dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus berkembang.  Rektor ITS Bambang Pramujati menyebutkan, pelaksanaan hari pertama tidak ditemukan adanya indikasi perjokian. "Jadi, pagi hari ini (kemarin), ada pelaksanaan UTBK di ITS yang akan dilaksanakan sampai Rabu (29/4), kecuali Minggu (26/4)," ujarnya. Total 12.586 peserta akan mengikuti UTBK di ITS selama sepekan. Ujian digelar dalam dua sesi setiap hari dengan rata-rata 1.022 peserta per hari yang tersebar di 48 lokasi di lingkungan kampus.

Meski memulai lebih belakangan, ITS memastikan standar pengawasan tetap ketat. Berbagai langkah antisipasi diterapkan, seperti pemeriksaan berlapis menggunakan metal detector dan pengecekan detail barang bawaan peserta. Pengawasan dilakukan sejak peserta memasuki area ujian hingga berada di dalam ruang ujian. Pengawasan ketat serupa juga diterapkan di pusat UTBK lain, Universitas Airlangga (Unair). Memasuki hari kedua kemarin, penguatan sistem pencegahan kecurangan dilakukan melalui berbagai metode. Panitia tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga analisis data dari panitia pusat untuk mendeteksi potensi anomali peserta.

Sekretaris Pusat UTBK Unair Achmad Solihin menjelaskan, panitia pusat melakukan analisis kemiripan wajah berbasis data pendaftaran peserta. Jika ditemukan kemiripan tinggi dengan identitas berbeda, informasi tersebut langsung dikirim ke lokasi ujian untuk ditindaklanjuti. Namun, di salah satu temuan, peserta yang dicurigai justru tidak hadir sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan. "Kami tidak bisa mengatakan itu joki karena yang bersangkutan tidak hadir dan tidak bisa dilakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Modus Terlambat

Di Pusat UTBK UPN "Veteran" Jawa Timur pada hari pertama pelaksanaan, panitia menemukan satu peserta yang diduga sebagai joki. "Modus operandinya tahun ini beda, mereka melakukan aksinya dengan modus terlambat," ujar Koordinator Pelaksana UTBK UPN Veteran Jawa Timur Eka Prakarsa.

Advertisement

Pelaku datang saat sebagian besar peserta sudah memasuki ruang ujian dengan harapan pengawasan tidak dilakukan maksimal. Namun, prosedur tetap dijalankan melalui pemeriksaan di ruang transit sebelum peserta masuk ruang ujian.

Pengawas mulai curiga saat mencocokkan wajah peserta dengan data yang terdaftar. "Dari awal masuk ruang pemeriksaan, peserta menunjukkan gelagat mencurigakan dan sering menutupi wajah," ungkap Eka.

Setelah dilakukan pendalaman dan konfirmasi dengan pihak sekolah asal, identitas peserta dipastikan tidak sesuai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke ketua pelaksana untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur. (dho/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Sindikat Joki UTBK di Unesa Loloskan 114 Mahasiswa

Sindikat Joki UTBK di Unesa Loloskan 114 Mahasiswa

Sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang tertangkap di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April lalu, beraksi terstruktur, rapi, dan sistematis. Modus yang menyerupai film Bad Genius. Mereka....

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer