Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Proyek Anjungan Migas Manpatu Masuk Tahap Pemasangan Topside

P
KEJAR TARGET: Tim Pertamina Hulu Mahakam bersiap melakukan sail away topside di Tanjungpinang menuju perairan Balikpapan beberapa waktu lalu.
KEJAR TARGET: Tim Pertamina Hulu Mahakam bersiap melakukan sail away topside di Tanjungpinang menuju perairan Balikpapan beberapa waktu lalu.

Advertisement

 

SURABAYA – Proyek lapangan minyak dan gas bumi (migas) Manpatu di Kalimantan Timur ditarget mulai melaksanakan pengeboran pertama pada Kuartal IV 2026. Kini, proyek lepas pantai itu memasuki tahapan penting yakni pemasangan topside anjungan.

General Manager Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Setyo Sapto Edi menjelaskan, pihaknya baru saja melaksanakan seremoni load out dan sail away topside.

Advertisement

"Penyelesaian tahap fabrikasi topside ini merupakan wujud kerja keras dan hasil kolaborasi yang solid dari seluruh tim yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan," ucapnya kemarin (22/4).

Menurutnya, pengiriman topside yang memiliki berat sekitar 1.000 ton bakal diangkut menggunakan cargo barge dan menempuh jarak sekitar 1.930 km menuju lokasi proyek di lepas pantai Balikpapan. Perjalanan kapal diperkirakan selama 15 hari. Dia mengatakan, pihaknya harus memenuhi kesiapan penuh dari sisi teknis, koordinasi, maupun keselamatan.

Advertisement

"Topside berfungsi sebagai pusat fasilitas pemrosesan, pengeboran, sistem kontrol, utilitas, serta area akomodasi kerja bagi para pekerja. Karena itu, operasi ini butuh pengawasan yang ketat," tegasnya.

Dia menjelaskan, proyek pengembangan lapangan migas Manpatu ditargetkan onstream pada Kuartal I 2027. Sedangkan, rencana pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. "Proyek ini dirancang dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sehingga kami bisa mendukung peningkatan produksi gas dan kondensat PHM," ujarnya.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menambahkan, Proyek Manpatu merupakan aset yang berkontribusi terhadap upaya menjaga lifting migas di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, dia juga mengapresiasi pelibatan lebih dari 360 pekerja terampil asal Kaltim yang bekerja di fasilitas fabrikasi di Tanjung Pinang tersebut.

Pengembangan Manpatu, lanjut dia, tercatat sebagai proyek fast track. Sebab berawal dari penemuan (discovery) sumur Eksplorasi Manpatu-1X pada 2022. Selanjutnya, tahapan Front End Engineering Design (FEED) dilaksanakan selama periode 2023 hingga 2024. (bil/gal)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer