Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemendiktisaintek Nomenklatur Prodi Teknik Tidak Wajib Berubah Jadi Rekayasa

P
SIKAPI PERDEBATAN: Brian Yuliarto (kiri) menegaskan fokus utama pendidikan tinggi terletak pada kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, relevansi terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. (Foto: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
SIKAPI PERDEBATAN: Brian Yuliarto (kiri) menegaskan fokus utama pendidikan tinggi terletak pada kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, relevansi terhadap kebutuhan industri dan masyarakat. (Foto: PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

Advertisement

 

JAKARTA - Publik belakangan ini dikejutkan dengan perubahan nomenklatur program studi (prodi) di perguruan tinggi. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengubah nomenklatur atau tata nama program studi Teknik menjadi Rekayasa. Perubahan tersebut lantas memunculkan sejumlah perdebatan. Ada yang menyambut positif dengan alasan penyetaraan istilah secara internasional. Namun, ada pula yang memprotes kebijakan tersebut karena dinilai berkaitan dengan gelar kelulusan hingga relevansi di pasar kerja.

Menyikapi polemik itu, Kemendiktisaintek pun angkat bicara. Kemendiktisaintek menegaskan bahwa penggunaan istilah Rekayasa pada sejumlah prodi merupakan padanan resmi dari istilah engineering dalam bahasa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI, rekayasa dimaknai sebagai penerapan kaidah ilmu dalam perancangan, pembangunan, dan pengoperasian sistem, teknologi, maupun konstruksi secara efektif dan efisien. "Karena itu, penggunaan istilah Rekayasa bukan merupakan istilah baru, melainkan bagian dari pengembangan dan pembakuan terminologi keilmuan dalam bahasa Indonesia," ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan resminya.

Advertisement

Kendati demikian, penggunaan istilah Rekayasa tidak dimaksudkan untuk menggantikan istilah Teknik yang selama ini telah digunakan secara luas. Terlebih, istilah Teknik telah memiliki sejarah, reputasi, serta pengakuan yang kuat dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Karena itu, program studi seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, dan nomenklatur teknik lainnya dipastikan tetap menjadi bagian penting serta sepenuhnya diakui dalam rumpun keilmuan engineering. Namun, di sisi lain, penggunaan istilah Rekayasa juga telah banyak digunakan pada bidang multidisipliner dan emerging technologies, seperti Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Hayati, Teknologi Rekayasa Komputer, maupun Teknologi Rekayasa Material Maju.

Tak Perlu Dipertentangkan

Advertisement

Perubahan ini diminta tidak perlu dipertentangkan. Keduanya berada dalam rumpun keilmuan yang sama dan sama-sama merepresentasikan bidang engineering. Perbedaannya lebih terkait dengan pendekatan nomenklatur dan konteks pengembangan bidang ilmu. "Tidak perlu dilakukan perubahan terhadap nama-nama program studi Teknik yang saat ini telah ada. Tidak terdapat kebijakan yang mewajibkan perguruan tinggi mengubah nomenklatur "Teknik" menjadi "Rekayasa," tegasnya. (mia/ali)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer