Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terduga Pelaku Bom Mengaku Setahun Dirundung di Sekolah

P
TAK ADA KORBAN: Petugas mengangkut sejumlah barang bukti peristiwa ledakan di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/7). (Foto: ANDRI MARDIANSYAH/PADANG EKSPRES)
TAK ADA KORBAN: Petugas mengangkut sejumlah barang bukti peristiwa ledakan di MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/7). (Foto: ANDRI MARDIANSYAH/PADANG EKSPRES)

Advertisement

 

PADANG – Kepala MAN 3 Kota Padang Marliza menyebut, sekolah belum meminta keterangan kepada siswa yang diduga menjadi pelaku pengeboman. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu proses penyelidikan kepolisian. "Kami belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami menunggu hasil resmi dari kepolisian," katanya. Kapolresta Padang Kombespol Apri Wibowo mengatakan, ledakan terjadi di dalam laci meja yang berada di luar kelas. Ledakan tersebut berdaya ledak rendah dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Selain benda yang sempat meledak, polisi juga menemukan tiga bom molotov. "Lalu, di dalam ransel terduga pelaku ada ketapel dan kelereng. Barang-barang tersebut akan digunakan untuk melampiaskan emosinya kepada teman yang sering merundung pelaku," kata Apri seusai kejadian ledakan pada Selasa (14/7) sekitar pukul 10.00. Siswa pelaku merakit sendiri bom itu. Apri menambahkan, pelaku mengaku, telah mendapatkan perundungan sejak sekitar setahun lalu. Bahkan, ia telah mengalami perundungan sejak masih kecil oleh orang yang berbeda.

Sedang Rapat

Ketika bom meledak, Marliza mengaku, tidak mendengar. Sebab, dia bersama sejumlah guru tengah rapat. "Informasinya justru kami terima dari guru yang berada di luar ruang rapat," ujar Marliza kepada Rakyat Sumbar (Grup Padang Eksres). Menurutnya, saat itu para siswa sedang menikmati waktu istirahat dan bersiap kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian bersama unsur TNI langsung mengambil alih pengamanan. Pihak sekolah pun memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa memastikan, kondisi MAN 3 Kota Padang tetap kondusif. Dia bersama tim meninjau langsung setelah kejadian pada Selasa (14/7). Mustafa juga mengaku, belum menemukan indikasi adanya siswa maupun siswi yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, madrasah tetap menyiapkan langkah pendampingan. "Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling," katanya. (yud/cip/edg/rpg/ttg)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Koran Jawa Pos

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer