Empat Strategi Kementan untuk Alor, Mentan Amran Fokus Tekan Kemiskinan Lewat Pangan dan Perkebunan

JAGOSATU--Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan tingkat kemiskinan masyarakat Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, melalui penguatan sektor pertanian yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Mentan Amran menyebut pembangunan pertanian di Alor tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan masyarakat dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang.
Karena itu, Mentan menyiapkan sedikitnya empat strategi utama, mulai dari memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras, memperkuat produksi padi melalui benih dan sarana pertanian, mengembangkan jagung, hingga membangun komoditas perkebunan yang dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam puluhan tahun ke depan.
“Tujuan utamanya pengatasan kemiskinan juga. Justru kemiskinan target kita,” tegas Mentan Amran, Sabtu (8/8).
Strategi pertama dilakukan melalui penguatan pasokan dan stabilisasi harga beras. Pemerintah memastikan ketersediaan beras di Alor sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi lonjakan harga seperti yang sebelumnya terjadi.
Mentan Amran mengatakan pemerintah telah memastikan stok beras tersedia di gudang dan meminta Perum Bulog menjaga agar tidak terjadi kekosongan stok di wilayah tersebut. Harga beras di Alor juga diarahkan agar berada pada tingkat yang tidak jauh berbeda dengan Jakarta.
“Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu 13 ribu, sama dengan harga Jakarta,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, stabilisasi harga merupakan langkah yang harus segera dilakukan karena kebutuhan pangan masyarakat tidak dapat menunggu program jangka menengah maupun jangka panjang.
“Jangka hari ini, beras harus harga seperti Jakarta,” tegasnya.
Mentan Amran juga meminta Bulog memperkuat operasi pasar di daerah yang membutuhkan. Menurutnya, stok yang tersedia justru harus segera disalurkan kepada masyarakat apabila terjadi tekanan harga.



