Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pameran IIMS 2026 Dimulai, Tampilkan 62 Brand Kendaraan

P
IIMS 2026
IIMS 2026

JAKARTA – Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, kemarin (5/2). IIMS tahun ini membawa pesan optimisme dan kolaborasi industri otomotif nasional di tengah tantangan global. Pemerintah dan pelaku industri sepakat bahwa sektor otomotif tetap menjadi penggerak utama manufaktur dan ekonomi Indonesia.


Advertisement

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, atas dukungan berkelanjutan terhadap industri otomotif. Menurut dia, komitmen pemerintah dalam menjaga iklim industri, mendorong investasi, memperkuat daya saing manufaktur hingga hilirisasi menjadi fondasi penting bagi ketangguhan sektor otomotif nasional.

 

Dia menilai optimisme industri semakin nyata dengan terus berkembangnya inovasi teknologi, percepatan kendaraan elektrifikasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan. Selain berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, industri otomotif juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM.

Advertisement

Atas dasar optimisme tersebut, Dyandra kembali menghadirkan IIMS 2026 pada 5–15 Februari 2026 dengan skala yang lebih besar. Pameran tahun ini menempati area Grand Hall hingga Gambir Expo dengan total luasan 156.000 meter persegi, diikuti lebih dari 190 peserta dan 62 merek kendaraan roda dua dan roda empat. "Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan industri serta besarnya potensi pasar otomotif Indonesia," beber Daswar.

 

Sektor Manufaktur Tampilkan Tren Positif

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya memaparkan kinerja sektor manufaktur yang terus menunjukkan tren positif. Dia menyebut, pertumbuhan manufaktur sepanjang kuartal I hingga III 2025 mencapai 5,17 persen, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen.

"Pertumbuhan manufaktur di atas pertumbuhan ekonomi yang sudah terjadi dua kuartal berturut-turut ini baru pertama terjadi setelah 14 tahun," ujar Agus.

Advertisement

Menurut Agus, sektor otomotif menjadi motor penggerak utama kinerja manufaktur tersebut. Indonesia saat ini memiliki 21 pabrikan kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi hampir 2,6 juta unit per tahun, serta 52 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga dengan kapasitas 11,2 juta unit. Industri otomotif menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja langsung dengan total investasi mencapai Rp 194,27 triliun.

Meski demikian, Agus mengingatkan adanya alarm persaingan regional. Penjualan otomotif Indonesia pada 2025 tercatat sekitar 265 ribu unit dan mulai dikejar negara lain di ASEAN. Dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dan berbagi peran. "Yang paling penting, yang saya ingin ajak bapak ibu sekalian stakeholders, yaitu burden sharing. Pemerintah ada porsinya, pelaku usaha ada porsinya, perbankan ada porsinya," urainya.

 

 

VinFast Siap Produksi VF3 dan Limo Green

Bicara soal manufaktur, produsen kendaraan listrik VinFast, sebagai salah satu peserta IIMS 2026, menegaskan fasilitas manufakturnya di Subang, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi setelah Lebaran 2026. Saat ini pembangunan pabrik masih berada pada tahap persiapan menuju fase produksi.

Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia Kariyanto Hardjosoemartono menjelaskan, operasional awal pabrik akan dimulai melalui tahap uji coba produksi atau trial production sebelum masuk ke fase produksi massal. "Pabrik kami di Subang sejauh ini on track. Akan mulai setelah Lebaran 2026 dengan trial production lebih dahulu," ujar Kariyanto.

Fasilitas VinFast di Subang dibangun di atas lahan seluas 171 hektare dengan nilai investasi sekitar USD 300 juta atau setara Rp 4,8 triliun. Sebelum produksi komersial dimulai, pabrik tersebut akan melalui serangkaian pengujian untuk memastikan kesiapan proses dan kualitas produksi. Pada fase awal, VinFast berencana langsung memproduksi dua model kendaraan listrik, yakni VF3 dan Limo Green. (agf/oni)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer