Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bekasi Darurat Sampah, Timbunan 1.801 Ton Per Hari

P
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di Kota Bekasi
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kiri) melakukan kegiatan bersih-bersih sampah di Kota Bekasi

JAKARTA — Sejumlah kota metropolitan mengalami kondisi darurat sampah. Di antaranya Kota Bekasi yang mencatat timbunan sampah mencapai 1.801 ton per hari. Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian serius dan ditangani sejak dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga.


Advertisement

 

Pesan tersebut disampaikan Hanif saat memimpin aksi bersih-bersih sampah di Kota Bekasi (14/2). Kegiatan itu merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Hanif menjelaskan bahwa dengan timbunan sampah yang mencapai 1.801 ton per hari, penanganannya membutuhkan upaya ekstra dan kolaborasi berbagai pihak. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang efektif tidak akan tercapai tanpa dimulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.

 

Advertisement

"Pengelolaan sampah yang efektif tidak akan tercapai tanpa dimulai dari hulu, yaitu pemilahan yang baik di tingkat rumah tangga, serta tidak menjadi beban di tempat pemrosesan akhir. Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menegaskan komitmennya dalam menangani persoalan sampah di wilayahnya. Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi bersama masyarakat secara konsisten melakukan kerja bakti setiap minggu, sejalan dengan arahan Presiden.

 

Advertisement

 

Kementerian Lingkungan Hidup menekankan bahwa persoalan sampah perkotaan membutuhkan solusi yang menyeluruh, termasuk integrasi kebijakan dan peningkatan kapasitas infrastruktur. Selain itu, perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab menjadi sangat penting. (wan/ali/jawa pos)

Advertisement
Editor : Pratama Karamoy
Sumber : Jawa Pos Koran

Artikel Terkait

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani Tebu Desak HPP Gula Naik

Petani tebu menuntut harga pokok penjualan (HPP) gula naik. Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) mendesak HPP segera dinaikkan menjadi Rp 16.875 per kilogram di tengah anjloknya harga

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Empat Pelaku Rudapaksa Massal di Sampang Dituntut 4 Tahun Penjara

Penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan di bawah umur yang melibatkan 27 terduga pelaku di Sampang masih berlangsung. Dari 10 tersangka yang telah diamankan, enam di antaranya sudah disidang....

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Kementerian Pertanian Beri Bantuan 56 Ribu Unit Pompa Air untuk Hadapi Kemarau Panjang

Musim kemarau panjang sudah melanda Indonesia. Di banyak daerah, hujan sudah beberapa pekan belum mengguyur. Pemerintah memberikan perhatian ke sektor pertanian supaya tetap bisa produksi. Caranya dengan menyiapkan....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer