Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjalanan Cristiano Ronaldo, dari Kemiskinan Madeira hingga Jadi Ikon Sepak Bola Dunia

A

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Cristiano Ronaldo | 2026 FIFA World Cup (Foto : Britannica)
Cristiano Ronaldo | 2026 FIFA World Cup (Foto : Britannica)

Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro lahir pada 1985 di Madeira, Portugal, dari keluarga miskin yang sempat mempertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan sang ibu sebelum akhirnya tumbuh menjadi salah satu pesepakbola terbesar sepanjang sejarah dan figur paling banyak diikuti di Instagram.

Ronaldo tumbuh sebagai anak bungsu dari empat bersaudara di sebuah pulau vulkanik di Atlantik Utara, tempat yang kini dipenuhi toko suvenir berisi jersey, topi, dan mug bergambar dirinya. Bandara di pulau tersebut bahkan telah berganti nama menjadi Cristiano Ronaldo International Airport, lengkap dengan patung perunggu dan museum CR7 yang memajang koleksi trofinya.

Masa Kecil yang Sulit di Madeira

Ibunya, Dolores Aveiro, bekerja sebagai juru masak sekaligus tukang bersih-bersih untuk menghidupi keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi sangat terbatas. Dalam bukunya berjudul Mother Courage, Dolores mengungkapkan bahwa kondisi keuangan keluarga saat itu begitu berat hingga ia sempat mencoba resep tradisional untuk menggugurkan kandungannya.

Semasa kecil, Ronaldo dikenal sebagai anak yang bangga namun bermasalah dengan pengendalian emosi, bahkan sempat dikeluarkan dari sekolah usai melempar kursi ke arah gurunya. Ia sempat mengira dirinya akan menjadi nelayan seperti kebanyakan pemuda di kampung halamannya, sebelum akhirnya memutuskan berhenti sekolah pada usia 14 tahun demi berlatih sepak bola secara penuh waktu.

Ayahnya, José Dinis Aveiro, merupakan mantan anggota militer Portugal yang pernah bertugas dalam dua perang di Angola dan Mozambik sebelum kembali ke tanah air dan menghadapi masa-masa sulit tanpa pekerjaan tetap. José kemudian bekerja sebagai kit man di klub sepak bola lokal tempat Ronaldo kecil bermain untuk CF Andorinha, sebelum sang anak melanjutkan kariernya di Clube Desportivo Nacional dan Sporting Clube de Portugal.

Debut Profesional dan Kepindahan ke Eropa

Fernao Sousa, ayah baptis Ronaldo, menceritakan kepada media Inggris bahwa satu-satunya hal yang diinginkan Ronaldo kecil hanyalah bermain sepak bola, bahkan rela melewatkan waktu makan atau kabur lewat jendela kamar demi mengejar bola saat seharusnya mengerjakan pekerjaan rumah. Semangat itu tidak surut meski Ronaldo harus menjalani operasi jantung pada usia 15 tahun.

Ronaldo resmi melakukan debut di tim utama Sporting pada 2002, sebelum akhirnya pindah ke Manchester United pada usia 18 tahun. Bersama klub Inggris tersebut, ia langsung memenangkan Piala FA di musim pertamanya dan melanjutkan dengan tiga gelar Liga Premier beruntun, trofi Liga Champions, serta FIFA Club World Cup.

Pada usia 23 tahun, Ronaldo meraih Ballon d'Or pertamanya, sebelum kepindahannya ke Real Madrid pada 2009 tercatat sebagai transfer sepak bola termahal saat itu, senilai 94 juta euro atau sekitar 107 juta dolar AS. Ia sempat menjalani periode sukses bersama klub Italia Juventus sebelum akhirnya kembali berseragam Manchester United.

Air Mata untuk Sang Ayah

Ronaldo, peraih lima gelar Ballon d'Or, sempat menitikkan air mata ketika diperlihatkan rekaman wawancara mendiang ayahnya yang direkam pada 2004, setahun sebelum sang ayah meninggal dunia. Dalam rekaman tersebut, José mengaku bangga terhadap putranya namun mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menonton kejuaraan Euro 2004 dari rumah ketimbang hadir langsung di stadion di Lisbon, dengan alasan gugup berlebihan.

Ronaldo mengaku terpukul mengenang masa kecilnya bersama sang ayah yang berjuang dengan kecanduan alkohol dan meninggal saat Ronaldo baru berusia 20 tahun. Ia menyesal tidak pernah benar-benar sempat berbincang mendalam dengan ayahnya, dan mengungkapkan bahwa sang ayah tidak sempat menyaksikan kesuksesan maupun deretan penghargaan yang kemudian diraihnya.

Kehidupan Pribadi dan Ujian Berat

Ronaldo menjalin hubungan dengan Georgina Rodríguez sejak 2017 dan bersama-sama membesarkan enam anak, termasuk putranya Ronaldo Jr. Dalam film biografi Ronaldo (2015), ia menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi menjalani kehidupan yang berat sebagai atlet profesional.

Di luar prestasi olahraga, karier Ronaldo juga diwarnai kontroversi berat. Model asal Amerika Serikat, Kathryn Mayorga, menuduh Ronaldo melakukan pemerkosaan di sebuah kamar hotel di Las Vegas pada 2009, dan kasus tersebut sempat dibuka kembali oleh penyidik pada 2018 tahun yang disebut Ronaldo sebagai salah satu masa tersulit dalam hidupnya. Kantor kejaksaan setempat akhirnya memutuskan tidak melanjutkan tuntutan terhadap kasus tersebut, Ronaldo secara konsisten membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Filantropi dan Warisan di Luar Lapangan

Selain aktif di lapangan hijau, Ronaldo dikenal luas atas kontribusi filantropinya sebagai duta untuk tiga lembaga amal besar, yakni Save the Children, Unicef, dan World Vision. Ia pernah melelang trofi Ballon d'Or 2013 miliknya dan berhasil mengumpulkan lebih dari 800 ribu dolar AS untuk Make-A-Wish Foundation, lembaga yang membantu anak-anak dengan penyakit kritis.

Ronaldo juga melelang trofi European Golden Boot 2011 yang diraihnya saat mencetak 40 gol di bawah asuhan Jose Mourinho, dengan hasil lelang senilai 1,6 juta dolar AS yang disumbangkan untuk pembangunan sekolah di Gaza yang dilanda konflik. Bersama agennya, Jorge Mendes, Ronaldo turut menyumbangkan 1,35 juta dolar AS untuk berbagai kegiatan sosial di Portugal selama pandemi Covid-19, sekaligus mengajak timnas Portugal menyumbangkan separuh bonus kualifikasi Euro 2020 mereka untuk membantu penanganan pandemi.

Kepindahan Ronaldo ke klub Al-Nassr di Arab Saudi pada 2023 turut mengalihkan perhatian dunia olahraga ke kawasan Timur Tengah, dengan jumlah pengikut Instagram klub tersebut melonjak dari 800 ribu menjadi lebih dari 14 juta pengikut usai kedatangannya. Meski usianya telah melewati 35 tahun, Ronaldo tetap menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus kontroversial dalam sepak bola modern hingga saat ini.

Dari anak miskin di pulau Madeira yang sempat nyaris tidak dilahirkan hingga menjadi salah satu ikon olahraga paling berpengaruh di dunia, perjalanan hidup Cristiano Ronaldo mencerminkan kombinasi kerja keras, tekanan keluarga, dan tekad pribadi yang membentuknya menjadi sosok yang dikenal luas saat ini, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.

 

 

 

 

 

 

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : https://spyscape.com/article/cristiano-ronaldo-from-poverty-to-family-and-football-superstardom

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer