Analisis: Kenapa Transfer Rogers £117 Juta Berisiko Tinggi, Sementara Anderson ke City Tidak

Rekor transfer pemain sepak bola Inggris dipecahkan dua kali dalam kurun waktu tiga pekan, dimulai dari kesepakatan Manchester City senilai £116 juta atau setara 155,5 juta dolar AS untuk mendatangkan gelandang Nottingham Forest, Elliot Anderson, disusul kesepakatan Chelsea senilai £117 juta atau 156,9 juta dolar AS untuk mendatangkan penyerang Aston Villa, Morgan Rogers. Kedua transfer ini langsung menempati posisi keempat dan kelima sebagai transfer termahal sepanjang sejarah sepak bola.
Kedua pemain sama-sama berkebangsaan Inggris, berusia 23 tahun, dan telah menjadi andalan tetap timnas Inggris sejak Thomas Tuchel mengambil alih kepelatihan pada 2025. Anderson berperan besar menyelamatkan Forest dari degradasi, sementara Rogers menjadi motor utama Aston Villa finis di posisi keempat sekaligus mengantar klub tersebut lolos ke Liga Champions UEFA dan mencetak gol saat Villa menjuarai final Liga Europa UEFA.
Alasan di Balik Nilai Transfer Fantastis
Selain adanya "pajak pemain Inggris" yang lazim diterapkan ketika klub mendatangkan pemain lokal untuk memenuhi syarat regulasi skuad kompetisi UEFA, kedua pemain juga memiliki kualitas individu yang sulit disangkal. Anderson mencatatkan jumlah duel terbanyak di Liga Premier musim lalu dengan 297 duel, sekaligus sentuhan bola terbanyak mencapai 3.308 kali, kombinasi langka yang menjadikannya gelandang lengkap.
Rogers di sisi lain mengoleksi 25 gol dan assist di semua kompetisi, mengukuhkan dirinya sebagai penembak jarak jauh yang mumpuni sekaligus kerap melakukan pergerakan menerobos lini tengah lawan. Kedua pemain juga terbukti sangat tangguh secara fisik, masing-masing bermain lebih dari 4.000 menit di liga paling menguras tenaga di dunia tersebut sepanjang musim lalu.
Manchester City membutuhkan pengganti Bernardo Silva di lini tengah sekaligus calon pengganti jangka panjang Rodri, sementara Chelsea telah lama mengincar Rogers dan menilai jendela transfer ini sebagai momen tepat mengingat Aston Villa berada di bawah tekanan UEFA untuk menghasilkan pendapatan demi memenuhi kesepakatan finansial mereka.
Bergabung dengan Daftar Transfer yang Kerap "Terkutuk"
Sejarah tidak selalu berpihak baik pada kesepakatan transfer di atas £100 juta. Rekor transfer dunia milik Neymar senilai €222 juta dari Barcelona ke Paris Saint-Germain pada 2017 masih bertahan hingga kini, dengan sang pemain gagal membuktikan nilai transfer tersebut akibat serangkaian cedera dan performa yang menurun.
Sejumlah transfer besar lain seperti João Félix, Antoine Griezmann, Philippe Coutinho, dan Romelu Lukaku juga dapat dikategorikan sebagai kegagalan total. Sementara itu, transfer Kylian Mbappé dan Jack Grealish memberikan kontribusi lebih baik bagi klub masing-masing, meski keberhasilannya masih diperdebatkan mengingat Mbappé tidak mampu membawa PSG meraih Liga Champions sebelum akhirnya hengkang ke Real Madrid secara gratis.
Di sisi positif, Arsenal dan Chelsea tercatat sangat puas dengan investasi masing-masing senilai £100 juta untuk mendatangkan gelandang tengah Declan Rice dan Moises Caicedo, yang keduanya tampil impresif selama tiga musim terakhir dan semakin meningkatkan reputasi mereka sejak pindah pada 2023.
Pola Menarik: Penyerang Lebih Berisiko Dibanding Posisi Lain
Benang merah yang menghubungkan seluruh transfer gagal dalam daftar tersebut adalah bahwa mayoritas pemainnya berposisi sebagai penyerang, sementara benang merah di antara transfer yang berhasil justru pada pemain yang bukan penyerang. Pola ini semakin diperkuat dengan sejumlah kasus lain seperti Ousmane Dembele di Barcelona dan Eden Hazard di Real Madrid yang juga berakhir mengecewakan.
