Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ubed Ganyang Hongyang, Bulutangkis Comeback Lawan China, Emas Pertama Indonesia di Asian Games

H
Penulis: Hairil Paputungan❯
PECAH TELUR: Tim Bulutangkis Beregu Putra mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia setelah menang dramatis 3-2 atas China di final Kamis (24/9) malam. (foto/ist)
PECAH TELUR: Tim Bulutangkis Beregu Putra mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia setelah menang dramatis 3-2 atas China di final Kamis (24/9) malam. (foto/ist)

Advertisement

JAGOSATU.COM - Tim Bulutangkis beregu Indonesia menjadi pemecah telur paceklik medali emas kontingen Indonesia di arena multi event Asian Games yang sedang berlangsung di Jepang. Tertinggal 2-0 dari tim kuat China, setelah tunggal pertama Jonathan Christie dikalahkan Shi Yu Qi, lalu ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Sihobul Fikri diredam Wang Chang/Liang Wei Kang, Indonesia bangkit dan berbalik unggul 3-2.

PONTANG PANTING: Tunggak Ketiga Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed, membuat lawannya Weng Hongyang dari China harus jatuh bangun mengejar shuttlechock. Ubed menang strigh set 23-21 dan 21-18. (foto:ist)
PONTANG PANTING: Tunggak Ketiga Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed, membuat lawannya Weng Hongyang dari China harus jatuh bangun mengejar shuttlechock. Ubed menang strigh set 23-21 dan 21-18. (foto:ist)

Laga final beregu yang dihelat di Ichinoya City Municipal Gymnasium, Kamis, 24 September 2026 sore hingga malam, menjadi panggung bagi tunggal putra kedua Alwi Farhan, Ganda Putra kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Martin dan tunggal putra ketiga, Muhammad Zaki Ubaidillah. 

Advertisement

Indonesia akhirnya meraih medali emas pertama di Asian Games 2026. Bulutangkis menjadi cabang olahraga yang mempersembahkan emas itu lewat tim beregu putra setelah mengalahkan China 3-2.

Ini perjuangan yang tidak mudah bagi tim Indonesia. Tertinggal 0-2, namun lalu bangkit lewat aksi heroik Alwi, Leo/Daniel dan ditutup penampilan ciamik tunggal putta 19 tahun, Zaki Ubaidillah yang biasa disapa Ubed.

Ubed paling menyita perhatian sebab ia adalah penentu. Dalam kedudukan 2-2, Ubed mesti jadi tumpuan akhir merah putih merengkuh medali emas.

Advertisement

Turun di partai kelima menghadapi Weng Hongyang. Ubed sempat tertinggal pada awal gim pertama. Weng bahkan mampu memimpin 11-8 saat interval dan kemudian memperlebar keunggulan menjadi 17-12.

KERUBUNI UBED: Kontingen Bulutangkis Putra Indonesia berhamburan ke lapangan usai tunggal ketiga M Zaki Ubaidillah mengalahkan Weng Hongyang dari China. (foto:ist)
KERUBUNI UBED: Kontingen Bulutangkis Putra Indonesia berhamburan ke lapangan usai tunggal ketiga M Zaki Ubaidillah mengalahkan Weng Hongyang dari China. (foto:ist)

 

Namun, Ubed menunjukkan mental kuat. Ia perlahan mengejar hingga menyamakan kedudukan 20-20. Padahal ia sudah tertinggal 16-20. Match poin bagi Hongyang tidak membuat Ubed panik. Pemain PB Djarum itu tampil tenang dan dalam situasi krusial, mampu mengambil dua poin berikutnya untuk mengamankan gim pertama 23-21.

Memasuki gim kedua, Ubed tampil lebih percaya diri. Ia langsung memimpin 3-0 dan terus menjaga jarak hingga unggul 11-6 saat interval. Permainan Ubed semakin solid selepas interval. Ia terus menekan Weng dengan kombinasi serangan dan smes hingga unggul 17-11.

Ubed kemudian mendapatkan match point setelah unggul 20-13. Satu smes menyilang menjadi penutup pertandingan. Ubed menang 21-18 sekaligus membawa Indonesia mengalahkan China 3-2.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer