Lanjutan Liga Champions Fase Liga: Calvin Verdonk, Bek Kiri Lille, Bakal Catat Rekor Pemain Indone

JAGOSATU.COM - Meski Arsenal dijagokan meraih kemenangan saat menjamu Lille Rabu (14/10) dini hari nanti, akan tetapi akan ada rekor yang tercipta. Yaitu akan tampilnya bek kiri timnas Indonesia, Calvin Verdonk sebagai bagian skuad Lille melawan runner up UEFA Champions League (UCL), nama lain Liga Champion, musim lalu.
Meski main di menit ke-73 sebagai pengganti saat Lille mengalahkan Le Havre AC 1-0 Sabtu (10/10) malam, winger pendiam keturunan Aceh itu turut berkontribusi mempertahankan posisi runner up Liga 1 Prancis dengan 13 poin pekan ke-6 di bawah AS Monaco.
Pelatih Le Havre AC, David Ancelotti, putra Carlo Ancelottti, pelatih timnas Brasil, tidak memainkan Verdonk sedari menit awal mengingat kebugarannya usai membawa timnas Indonesia juara FIFA Asean Cup 2026 di awal pekan.
Nanti subuh, laga Arsenal vs Lille digelar pukul 03.00 WIta di Emirates Stadium, kandang The Gunners. Meriam London pada lanjutan Liga Inggris Sabtu malam, sempat tertinggal 1-0 dari Leeds United. Namun, anak asuh Mikel Arteta sukses membalikan keadaan menjadi 2-1 yang menuntun mereka tetap berada di posisi runner up klasemen sementara Liga Inggris pekan ke-6.
The Gunners jadi favorit kuat supercomputer.
Arsenal akan tampil di hadapan pendukung sendiri, tapi tetap perlu mewaspadai Lille. Opta mencatat, Meriam London juga belum pernah menghadapi Lille dalam kompetisi Eropa. Lantas bagaimana dengan catatan Arsenal saat melawan klub-klub Prancis di Liga Champions?
Arsenal tidak menang dalam tiga pertandingan terakhir melawan wakil Prancis di Liga Champions, dengan catatan satu imbang dan dua kekalahan. Ketiga laga tersebut seluruhnya terjadi saat menghadapi Paris Saint-Germain pada fase gugur dalam dua musim sebelumnya.
Di sisi lain, Arsenal memiliki rekor kandang yang apik saat melawan klub Prancis pada fase grup atau fase liga. Mereka tidak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir, dengan lima kemenangan dan dua hasil imbang.
Arsenal juga memenangi tiga pertandingan kandang melawan klub Prancis pada fase tersebut di era Mikel Arteta. Dalam tiga laga itu, mereka mencetak 11 gol tanpa kebobolan.
Kurang Meyakinkan

