JAGOSATU.COM – Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menulis surat penuh emosi untuk mendiang sahabat dan mantan rekan setimnya, Diogo Jota, di luar Stadion Anfield pada Senin (3/11) malam waktu setempat.
Surat itu ditulis menjelang laga Liga Champions antara Liverpool melawan Real Madrid, yang sekaligus menjadi momen pertama kembalinya Arnold ke Merseyside sejak kepergian tragis Jota pada Juli lalu.
Dalam surat yang diunggah di laman resmi klub, Alexander-Arnold menulis pesan menyentuh bagi sosok yang ia anggap lebih dari sekadar rekan satu tim. “Sahabatku Diogo, kamu sangat dirindukan, tetapi tetap dicintai. Kenanganmu dan Andre (Silva) akan selalu hidup,” tulis Arnold.
“Aku tersenyum setiap kali mengingatmu dan akan selalu mengenang momen-momen indah yang kita lalui. Rindu kamu, sahabat, setiap hari. Selamanya nomor 20, YNWA.”
Jota dan saudaranya, Andre Silva, diketahui meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Spanyol pada Juli lalu. Kepergian dua sosok itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Liverpool dan komunitas sepak bola dunia.
Dalam momen penuh haru di Anfield, Alexander-Arnold yang kini memperkuat Real Madrid, meletakkan karangan bunga di depan gerbang stadion. Ia tidak sendiri — pelatih Madrid sekaligus legenda Liverpool, Xabi Alonso, turut hadir bersama bek muda Dean Huijsen dan legenda klub Emilio Butragueño.
Momen itu menjadi simbol penghormatan mendalam dari Arnold yang dikenal memiliki ikatan kuat dengan banyak pemain Liverpool, terutama Jota. Keduanya menghabiskan lima musim bersama di Anfield, berbagi suka dan duka dalam perjalanan karier yang penuh prestasi.
Sebelumnya, pada musim panas lalu, Arnold juga menulis pesan emosional di media sosial usai kabar duka tersebut tersiar. “Sulit sekali menemukan kata-kata yang tepat ketika pikiran dan hati masih sulit menerima kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi,” tulisnya.
“Diogo, keluargamu adalah duniamu. Mereka adalah segalanya. Untuk Rute, anak-anaknya, dan orang tuanya, hati kami semua hancur. Begitu juga untuk Andre.
Saat rasa sakitnya berkurang, aku ingin mengenangmu dengan senyum lebar — begitu banyak tawa dan momen bahagia. Kamu adalah rekan setim yang hebat dan sahabat sejati. Selamanya nomor 20. Istirahat dengan damai, Diogo,” lanjutnya.
Aksi sederhana namun bermakna dari Arnold ini menunjukkan bahwa di balik rivalitas di lapangan, sepak bola tetap menyimpan sisi kemanusiaan yang hangat. Bagi Arnold, Anfield bukan sekadar stadion, tetapi tempat yang menyimpan kenangan mendalam bersama sahabat yang kini telah tiada.
Editor : Toar Rotulung