Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WOW! Penelitian UNKLAB, Dukungan Keluarga Jadi Kunci Resiliensi Akademik Mahasiswa Keperawatan UNKLAB!

P


Advertisement

Jagosatu.com - Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik yang tidak ringan.

Mulai dari tugas kuliah, laporan praktikum, hingga skripsi, semua menuntut ketekunan.

Bagi mahasiswa keperawatan, beban akademik terasa lebih berat karena ada praktik klinik.

Advertisement

Hal ini membuat resiliensi akademik menjadi kemampuan yang sangat penting.

Resiliensi akademik adalah kemampuan mahasiswa untuk tetap bertahan menghadapi tekanan.

Sebuah penelitian di Universitas Klabat (UNKLAB) menyoroti peran dukungan keluarga.

Advertisement

Penelitian ini melibatkan 109 mahasiswa keperawatan tingkat dua sebagai responden.

Metode yang dipakai adalah desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki dukungan keluarga pada tingkat sedang.

Sebanyak 39 responden atau 35,8% merasa mendapat dukungan keluarga cukup baik.

Di sisi lain, tingkat resiliensi akademik juga banyak berada di level sedang.

Sebanyak 49 responden atau 45% menunjukkan resiliensi akademik kategori sedang.

Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan resiliensi akademik.

Nilai koefisien korelasi r = 0.600 dengan p-value = 0.000 menandakan hubungan yang kuat.

Artinya, semakin tinggi dukungan keluarga, semakin tangguh mahasiswa menghadapi tekanan akademik.

Dukungan keluarga tidak hanya berupa materi, tapi juga motivasi dan semangat.

Keluarga yang mendengarkan keluh kesah mahasiswa membuat mereka lebih kuat.

Selain itu, dukungan berupa doa, nasihat, dan perhatian sangat membantu menjaga semangat belajar.

Penelitian ini juga menekankan bahwa tanpa dukungan keluarga, risiko stres akademik meningkat.

Stres yang tidak teratasi bisa berujung pada depresi, kecemasan, bahkan putus kuliah.

Sebaliknya, dukungan keluarga membantu mahasiswa lebih gigih menyelesaikan perkuliahan.

Resiliensi yang kuat membuat mahasiswa mampu bangkit meski menghadapi banyak tantangan.

Penelitian merekomendasikan agar mahasiswa memanfaatkan dukungan keluarga semaksimal mungkin.

Selain itu, peneliti menyarankan studi lanjutan dengan faktor lain seperti dukungan teman atau lingkungan.

Dengan begitu, semakin banyak strategi bisa ditemukan untuk meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa.

(ed)

Advertisement
Editor : Priska Watung
Sumber : UNKLAB

Artikel Terkait

Singapura Terapkan Hukum Cambuk bagi Siswa Pelaku Bullying

Singapura Terapkan Hukum Cambuk bagi Siswa Pelaku Bullying

Pemerintah Singapura akan menerapkan hukuman cambuk bagi siswa laki-laki pelaku perundungan atau bullying di sekolah, termasuk perundungan siber. Kebijakan disiplin baru itu ditargetkan mulai berlaku paling lambat pada..

Studi Baru Ungkap Penyakit Sapi Gila Bukan Hanya Disebabkan oleh Prion

Studi Baru Ungkap Penyakit Sapi Gila Bukan Hanya Disebabkan oleh Prion

Studi terbaru dari University of Alberta menunjukkan bahwa penyakit sapi gila bisa dipicu oleh endotoksin bakteri, menantang teori prion yang lama berlaku.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer