Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Bulan, 4 Kecelakaan: Awal Buruk Robotaxi Level 4 Tesla

T
Mobil Tesla Ringsek
Mobil Tesla Ringsek

JagoSatu.com - Robotaxi baru Tesla di Austin jadi sorotan tajam setelah nabrak empat kali hanya dalam empat bulan. Bagi perusahaan yang mengincar otonomi penuh, ini jelas bukan awal yang bagus untuk sistem Level 4 mereka.


Advertisement

Insiden terbarunya, sebuah robotaxi nabrak "objek tetap" di parkiran. Padahal, mendeteksi benda diam adalah tes paling dasar. Ini kegagalan yang cukup memalukan bagi AI Tesla.

Menurut aturan NHTSA, setiap produsen wajib lapor kecelakaan dalam lima hari. Aturan ini penting untuk melacak masalah keamanan dan memaksa industri otomotif untuk lebih transparan demi keselamatan publik.

Layanan robotaxi Tesla di Austin ini sudah masuk Level 4, artinya mobil bisa nyetir sendiri sepenuhnya di area tertentu. Ini peningkatan dari Autopilot Level 2 dan menuntut pelaporan yang lebih ketat.

Advertisement

Walaupun sudah Level 4, hukum di Texas tetap mewajibkan ada pengawas manusia di dalam mobil. Mereka dibekali tombol darurat untuk mengambil alih, bukti bahwa AI-nya belum sepenuhnya bisa diandalkan.

Analisis independen mengungkap Tesla menyensor banyak detail laporannya ke NHTSA. Kurangnya transparansi ini membuat pihak luar susah menilai seberapa parah masalah keamanan yang sebenarnya terjadi. Kita butuh lebih banyak data!

Beda banget dengan Waymo, yang justru merilis data operasionalnya secara lengkap. Ini menjadi standar transparansi di industri. Tesla seharusnya belajar dari kompetitornya, karena kerahasiaan tidak akan menyelamatkan nyawa.

Advertisement

Tesla mengklaim armadanya di Austin sudah jalan sejauh 250.000 mil. Dengan empat kecelakaan, artinya rata-rata terjadi satu insiden tiap 62.500 mil. Angka ini cukup mengkhawatirkan.

Sebagai perbandingan, mobil Waymo mengalami satu kecelakaan setiap 98.600 mil dari total 125 juta mil perjalanan tanpa pengemudi. Data ini menunjukkan tingkat keamanan Waymo jauh lebih baik.

Dilaporkan oleh TechSpot, tingkat kecelakaan Tesla 58% lebih tinggi dari Waymo, padahal masih diawasi manusia. Data ini jelas menunjukkan sistem Level 4 awal Tesla lebih bermasalah dari pesaingnya.

Ada data penting yang disembunyikan: seberapa sering si pengawas harus turun tangan mencegah kecelakaan. Tanpa data intervensi ini, angka kecelakaan yang ada hanyalah angka kegagalan minimal. Aslinya bisa lebih buruk.

Dikutip dari TechSpot, Tesla cuma kasih detail seadanya sesuai aturan minimum NHTSA. Sekadar patuh aturan tentu beda dengan komitmen nyata pada keselamatan dan transparansi.

Perbedaan angka kecelakaan dan transparansi ini menyoroti perkembangan teknologi otonom yang jomplang. Semua berlomba, tapi Waymo tampaknya mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati dan terukur.

Tesla sedang dalam transisi menuju otonomi penuh. Sederet kecelakaan di Austin ini menjadi tekanan besar. Jarak antara janji marketing dan kenyataan performa di lapangan jadi terlihat makin lebar.

Empat kecelakaan ini jadi bukti nyata pengawas manusia masih krusial. Selama AI Tesla belum bisa diandalkan di parkiran, tombol darurat harus tetap siaga. Nah, menurut kalian, apa Tesla terlalu terburu-buru? (tmtiwow)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer