Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Era Baru Phishing: Ketika Suara di Telepon Bisa Menguras Seluruh Data Kantor

T
Ilustrasi Kucing Meretas Sistem
Ilustrasi Kucing Meretas Sistem

JagoSatu.com - Modus penipuan "bantuan IT" sekarang makin canggih. Okta memperingatkan soal perangkat phishing khusus untuk serangan suara atau "vishing". Ini bukan sekadar telepon iseng biasa, melainkan serangan terorganisir yang berjalan secara waktu nyata atau real-time.


Advertisement

Paling seram, alat ini dijual dengan model "as-a-service". Artinya, hacker amatir pun bisa mengincar raksasa seperti Google atau Microsoft pakai alat profesional. Industrialisasi peretasan ini melaju jauh lebih cepat dibanding kecepatan perusahaan memperbaiki server mereka.

Dilansir oleh Bleeping Computer, platform ini berbeda dengan phishing jadul yang statis. Penyerang bisa mengubah konten layar korban secara langsung saat telepon berlangsung. Ini ibarat permainan berbahaya yang ujung-ujungnya membuat data Anda dirampok tanpa disadari.

Saat Anda mengetik data login di halaman palsu, informasi itu langsung terkirim ke penyerang. Sambil tetap mengobrol, mereka mencoba masuk ke akun asli Anda. Keberanian mereka mencuri kunci saat sedang berbicara langsung benar-benar bikin geleng kepala.

Advertisement

Jika muncul permintaan MFA, penyerang tinggal memperbarui halaman phishing-nya. Mereka bakal berdalih sedang melakukan "sinkronisasi keamanan" agar Anda menyetujui kode tersebut. Intinya, mereka menjadikan Anda seperti remote control untuk membobol keamanan akun Anda sendiri.

Berdasarkan info Bleeping Computer, hacker ini melakukan riset mendalam soal targetnya. Mereka bahkan memalsukan nomor telepon kantor agar terlihat resmi dari divisi IT. Jadi, kalau ada telepon dari "IT," sebaiknya pastikan dulu orangnya benar-benar ada.

Target utamanya adalah akses ke dasbor Okta SSO yang merupakan kunci utama perusahaan. Sekali tembus, peretas bebas masuk ke Slack, Salesforce, hingga Zoom tanpa login lagi. Satu celah kecil saja sudah cukup untuk menguasai seluruh isi rumah.

Advertisement

Skrip penipuan ini biasanya memakai dalih membantu karyawan mengatur fitur keamanan baru. Mereka mengarahkan korban ke URL yang terlihat resmi agar dipercaya. Kata "internal" dalam link seringkali menjadi jebakan Batman jika Anda tidak mengetiknya sendiri.

Begitu masuk, peretas langsung mengincar data berharga di platform seperti Salesforce. Setelah merampok, mereka terkadang mengirim "laporan keamanan" untuk mengejek pertahanan korbannya. Tidak ada yang lebih menyebalkan dibanding dikuliahi oleh orang yang baru saja merampok kita.

Okta menyebut alat ini bahkan bisa menipu fitur "pencocokan nomor". Penyerang tinggal memberi tahu korban nomor mana yang harus dipilih di browser. Ternyata, keamanan paling kuat sekalipun tetap bergantung pada siapa yang menekan tombol di layar.

Dikutip dari Bleeping Computer, Okta menyarankan penggunaan MFA yang tahan phishing. Contohnya adalah kunci keamanan FIDO2, passkey, atau Okta FastPass yang sulit dibobol. Pakai kode SMS untuk login bisnis sekarang sudah dianggap sangat tidak aman.

Bleeping Computer melaporkan bahwa kelompok pemeras "ShinyHunters" diduga berada di balik serangan ini. Mereka mengincar sektor keuangan dan mencuri data sensitif perusahaan. Nama ShinyHunters sering muncul setiap ada kasus kebocoran data dengan tebusan besar.

Setelah data berhasil digondol, pelaku langsung meminta tebusan dalam jumlah besar agar data tidak bocor. Perusahaan penasihat keuangan menjadi sasaran empuk metode ini. Bisnis pemerasan digital seperti ini sayangnya memang sedang berkembang pesat di luar sana.

Tim Siber Okta terus berupaya menghancurkan infrastruktur penipuan ini, meski yang baru sering muncul lagi. Edukasi karyawan dianggap jauh lebih penting daripada sekadar teknologi canggih. Firewall terbaik pun tidak berdaya melawan orang yang terlalu sopan di telepon.

Hacker kini memakai "pusat komando" canggih untuk membobol keamanan perusahaan lewat telepon. Saat identitas jadi incaran utama, jangan mudah percaya dengan suara asing di telepon. Menurut kalian, seberapa aman akun perusahaan kalian saat ini? (tmtiwow)

Advertisement
Editor : Toar Rotulung
Sumber : Bleeping Computer

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer