Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TikTok Ditekan Inggris, Tak Bisa Buktikan Pemakaian AI untuk Moderasi Konten!

A

Photo
Photo


Advertisement

Jagosatu.com – TikTok kembali jadi sorotan di Inggris setelah gagal memberikan bukti penggunaan AI dalam moderasi konten.

Menurut Komite Sains, Inovasi, dan Teknologi Inggris, perusahaan itu tidak bisa menjelaskan bagaimana sistem AI bekerja dalam proses penyaringan video.

Moderasi konten adalah proses menilai, menyaring, dan menghapus konten yang melanggar aturan.

Advertisement

TikTok sebelumnya mengklaim sudah memakai teknologi AI untuk membantu tim keamanan dan mempercepat peninjauan konten.

Namun, saat diminta bukti nyata, TikTok hanya memberikan jawaban umum tanpa penjelasan teknis.

Dilansir dari laporan resmi Komite Parlemen Inggris, hal ini menimbulkan kekhawatiran soal transparansi.

Advertisement

Anggota parlemen menilai TikTok harus lebih terbuka mengenai bagaimana data pengguna diproses oleh sistem AI.

AI, atau kecerdasan buatan, mampu mengenali pola dan mendeteksi video berisiko seperti kekerasan, ujaran kebencian, dan pornografi.

Namun tanpa pengawasan manusia, AI juga bisa melakukan kesalahan dan menghapus konten yang sebenarnya aman.

Kasus ini memicu perdebatan tentang batas penggunaan AI dalam platform media sosial.

TikTok berjanji akan memberikan laporan tambahan dalam waktu dekat.

Tapi banyak pihak ragu apakah perusahaan itu akan benar-benar membuka rahasia algoritmanya.

Masalah transparansi ini menjadi penting karena jutaan remaja di seluruh dunia memakai TikTok setiap hari.

Data pribadi dan interaksi pengguna bisa menjadi sasaran analisis otomatis tanpa sepengetahuan mereka.

Beberapa pakar digital menyebut bahwa regulasi AI harus segera diterapkan di sektor media sosial.

Tujuannya untuk melindungi pengguna dari pengambilan keputusan otomatis yang tidak adil.

TikTok mengatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk memperbaiki kepercayaan publik.

Namun, kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak selalu secerah yang dibayangkan.

Jika tidak diawasi dengan baik, teknologi bisa menjadi ancaman bagi privasi dan kebebasan berekspresi.

(J)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : UK Parliament

Artikel Terkait

Argentina Comeback Dramatis, Tundukkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026

Argentina Comeback Dramatis, Tundukkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026

Argentina kalahkan Inggris 2-1 lewat comeback dramatis Enzo Fernandez di menit 85 dan 90, melaju ke final Piala Dunia 2026 lawan Spanyol.

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Jutaan Buku Lawas Diburu Perusahaan Teknologi untuk Melatih Model Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi kini memburu jutaan buku lawas untuk melatih model kecerdasan buatan demi meningkatkan kualitas bahasa dan penalaran mesin.

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Mengenal Fenomena Brain Rot di Era Digital serta Dampaknya bagi Kesehatan Mental

Ketahui apa itu fenomena brain rot akibat konsumsi konten digital berlebihan serta berbagai dampaknya yang mengancam kesehatan mental.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer