Tournament of Flower Sejak 2008, Pawai Kendaraan Hias, Pamer Bunga Kota Tomohon, Ini Sejarahnya

JAGOSATU.COM -Tomohon International Flower Festival (TIFF) sudah jadi iven pariwisata andalan Kota Tomohon.
Bahkan, parade kendaraan berhiaskan bunga, fashion carnaval dan berbagai iven menarik lainnya.
Kini telah masuk dalam 100 Top Kharisma Even Nusantara (KEN).
Jika menilik asal usulnya, TIFF pertama kali digelar pada tahun 2008 silam.
Baca Juga: Respons Kamaruddin Simanjuntak terhadap Status Tersangka: Saya Hanya Membela Istri dan Anak
Kala itu kepemimpinan Wali Kota Jefferson Soleiman Montesqieu Rumajar.
Kemudian dilanjutkan sebagai ajang dua tahunan, mulai dari tahun 2010, 2012 dan 2014.
Sejak Tahun 2015, iven ini telah diakui oleh Kementerian Pariwisata RI untuk digelar sebagai ajang tahunan dan telah menjadi kalender iven tiap tahun dari Kementerian Pariwisata RI.
TIFF sendiri, dilansir dari halaman resmi tiff.tomohon.go.id, berawal dari hajatan HUT Kota Tomohon di bulan Januari Tahun 2006.
Dimana Pemerintah Kota Tomohon ketika itu menggelar pawai bunga dalam wujud parade kendaraan berhiaskan bunga yang melewati jalur protokol Kota Tomohon.
Dan pada bulan Agustus di tahun yang sama, digelar kembali kegiatan pawai bunga tersebut yang diikuti oleh sedikitnya 600-an kendaraan bermotor.
Ada juga iring-iringan Bendi dan Pedati Sapi, yang telah dimodifikasi dan dihias dengan bunga.
Yang merupakan aset turun-temurun yang dimiliki oleh masyarakat Kota Tomohon.
TIFF sendiri, tak lepas dari kehadiran bunga Krisan sebagai ikon utama, bahkan sudah jadi jati diri Kota Sejuk.
Bunga diangkat menjadi salah satu identitas yang dipakai untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Tomohon, karena bunga telah menjadi gaya hidup yang membudaya dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.
Melihat animo masyarakat yang sangat besar terhadap kegiatan ini, serta mengacu pada cetak biru percepatan pembangunan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara.
Sekaligus mengikuti strategi besar Kota Tomohon, sehingga Pemerintah Kota Tomohon berinisiatif untuk menggelar iven Tournament of Flowers (ToF) di Tahun 2008, karena berdampak positif dan memiliki multiplier effect luas.
Dalam persiapan dan perencanaan ToF Tahun 2008, setahun sebelumnya tepatnya tanggal 14 Januari 2007.
Presiden RI kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Hj. Anni Bambang Yudhoyono dalam kunjungannya di Tomohon.
Berkesempatan berdialog dengan petani dan perangkai bunga, guna memberi dukungan dengan memperhatikan taraf hidup petani bunga, karena potensi bunga merupakan salah satu potensi alam yang bisa diandalkan di Kota Tomohon.
Selanjutnya, pada 23 Januari 2007, Istri Wakil Presiden RI, Ibu Hj.
Mufidah Jusuf Kalla hadir sekaligus membuka dengan resmi pelaksanaan Pameran Bunga dan Lomba Merangkai Bunga, serta melakukan penanaman simbolis bunga khas Tomohon yaitu Phaius (anggrek kelapa) yang disahkan oleh Departemen Pertanian RI sebagai bunga khas Kota Tomohon.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tomohon pertama Jefferson Soleman Montesqiue Rumajar (JSMR) menyampaikan, hakekat pelaksanaan TIFF, tak lain adalah mengangkat derajat masyarakat, utamanya lagi para petani bunga. "Ide awal tercetusnya pelaksanaan TIFF dan ToF sebagai agenda utamanya.
Merupakan buah pemikiran untuk mengembangkan potensi yang ada di Kota Tomohon.
Saya dan teman-teman pemkot waktu itu melakukan kajian dasar, dimana potensi utama masyarakat Kota Tomohon sesuai dengan kondisi alamnya.
Yakni hortikultura atau florikultura, dikaitkan dengan pariwisata.
Bagaimana kita berpikir, potensi petani bunga dan pariwisata dijadikan leading sector mendongkrak taraf hidup masyarakat.
Hingga TIFF ini mampu dan terus dilaksanakan dan kemudian menjadi iven andalan masyarakat Tomohon," urai JSMR.
Sembari menambahkan, kala TIFF 2008 lalu, jadi hamparan karpet bunga terbesar di Indonesia.
Para petani dan pedagang bunga di Tomohon pun kelabakan memenuhi permintaan Pemkot, guna menyukseskan kegiatan kala itu. (yol)
