
JAGOSATU.COM - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon mendapat sorotan, kali ini dari sejumlah pelanggan di Kelurahan Kamasi Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon.
Menurut mereka, distribusi air selama lebih dari setahun terakhir telah sangat tidak memadai. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir, distribusi air hampir sepenuhnya terhenti. Beberapa pelanggan di kompleks Kantor Kelurahan Kamasi Satu bahkan mengungkapkan bahwa mereka harus memohon dengan tekun untuk mendapatkan layanan air, dan terkadang mereka hanya bisa mendapatkannya melalui pengiriman air menggunakan tangki.
Mereka merasa bahwa perlakuan yang diterima dari PDAM seolah-olah mengabaikan mereka, terutama mengingat bahwa banyak pelanggan di daerah lain masih menerima distribusi air secara normal.
Mereka juga menyoroti ekspansi layanan yang dilakukan oleh perusahaan daerah yang dipimpin oleh Adrian Ngenget, yang belakangan justru menambah volume pelanggan. Menurut mereka, penambahan pelanggan seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas layanan.
"Seolah-olah kami warga terpinggirkan. Padahal sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan, tapi kadang kami diperlakukan berbeda dengan pelanggan lain. Jumlah pelanggan bertambah, seharusnya sebanding dengan peningkatan kualitas layanan," komentar salah satu pelanggan.
Mereka juga mengkritik direksi PDAM dan berpendapat bahwa seharusnya mereka merasa malu jika masalah yang sama tidak dapat diatasi dalam waktu yang lama.
Sementara itu, Direktur PDAM Tomohon, Adrian Ngenget SE Ak, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan perlakuan terhadap pelanggan. Dia juga meminta maaf atas masalah yang terkait dengan distribusi air yang belum optimal.
"Terkait dengan lokasi yang dimaksud, yang biasa disebut sebagai Kamasi Lewet oleh orang, tekanan air telah melemah akibat musim panas yang panjang, "jelas Ngenget.
"Ialah sebabnya kami menyediakan pasokan air melalui pengiriman dengan mobil tangki untuk mengatasi keluhan pelanggan," lanjutnya.
Ngenget juga menyoroti karakteristik daerah tersebut yang berlokasi di dataran tinggi, yang mempersulit PDAM dalam mendistribusikan air bersih ke pelanggan.
"Ketika ada masalah alam seperti penurunan debit air, PDAM tidak memiliki banyak pilihan. Tekanan dari mesin pompa telah beberapa kali ditingkatkan, tetapi tidak dapat mencapai daerah yang berada di dataran yang lebih tinggi, terutama di daerah yang cenderung lebih tinggi. Kami hanya dapat menunggu sampai situasi normal kembali ketika musim hujan tiba," ungkapnya. (mpo)



