Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Jejak Kedatangan Perahu Moluccan di Pantai Utara Australia Terungkap Melalui Seni Batu Kuno

Andrew Lengkong • 2024-04-08 16:42:38
Ilustrasi
Ilustrasi

Pada zaman kuno, interaksi antara budaya-budaya berbeda sering kali tercermin melalui seni.

Baru-baru ini, penemuan arkeologi yang menarik di Arnhem Land, Australia, telah membuka jendela baru terhadap jejak sejarah antara penduduk asli Australia dan orang-orang dari kepulauan Asia Tenggara.

Peneliti dari Universitas Flinders telah mengidentifikasi dua perahu yang digambarkan dalam seni batu di Awunbarna, Arnhem Land.

Perahu-perahu ini, meskipun berbeda dari prahus Macassar yang biasa, menampilkan detail yang cukup untuk membuktikan identitas mereka. Menariknya, perahu-perahu ini disebut berasal dari wilayah Maluku Tenggara di Indonesia, menyajikan bukti arkeologi pertama tentang keberadaan orang-orang dari luar Makassar yang tiba di Australia.

Tidak hanya menjadi saksi sejarah perjalanan lintas budaya, seni batu ini juga memberikan wawasan baru tentang tujuan dan aktivitas para pelaut Moluccan di pantai utara Australia.

Menggunakan perahu-perahu ini sebagai landasan, para ahli arkeologi mencoba memahami hubungan perdagangan, penangkapan ikan, eksploitasi sumber daya, dan bahkan praktik perbudakan yang mungkin terjadi di masa lalu.

Dr. Mick de Ruyter, salah satu peneliti yang terlibat dalam penemuan ini, menekankan bahwa temuan ini tidak hanya merubah narasi tentang interaksi lintas budaya, tetapi juga memberikan pengertian yang lebih dalam tentang kompleksitas sejarah Australia.

"Identifikasi perahu tempur Moluccan ini memiliki implikasi signifikan untuk alasan mariner dari kepulauan tersebut mungkin berada di pantai utara Australia, dan selanjutnya untuk pertemuan lintas budaya di pantai Arnhem Land," jelas Dr. de Ruyter.

Artikel ini dipublikasikan dalam jurnal Historical Archaeology dan ditulis oleh Dr. Mick de Ruyter serta rekan-rekannya. Seni batu di Arnhem Land bukan hanya dokumentasi sejarah, tetapi juga sebuah karya seni yang memperkaya warisan budaya bangsa.

Dengan penemuan ini, kita semakin memahami bahwa jejak perjalanan manusia terpatri dalam batu, menunggu untuk diungkap oleh mata penelitian yang cermat dan imajinasi yang terbuka.

Editor : ALengkong
#Relicus #Australia #maluku