JAGOSATU.COM - Arkeolog telah menemukan banyak orang yang telah menjadi batu di reruntuhan kota kuno Pompeii dari Kekaisaran Romawi (sekarang Italia). Tubuh-tubuh ini menjadi bukti dari tragedi mengerikan yang terjadi hampir 2.000 tahun yang lalu.
Pada tahun 79 M, gunung berapi Vesuvius tiba-tiba meletus dengan dahsyat. Kota Pompeii, Herculaneum, dan beberapa pemukiman di sekitar gunung ini terkena dampak paling parah.
Pompeii adalah kota yang benar-benar hancur akibat bencana letusan Vesuvius. Lava panas mengalir turun, membawa banyak batu besar dan menciptakan kolom abu besar. Karena Pompeii terletak di kaki gunung Vesuvius, seluruh kota dengan cepat terkubur di bawah lapisan batu dan abu vulkanik.
Korban-korban meninggal dalam berbagai posisi. Banyak mayat membeku dalam posisi mereka saat terkena lava panas. Yang lain meninggal karena sesak napas akibat gas dan abu.
Seiring waktu, mereka menjadi seperti patung batu. Tubuh-tubuh korban terawetkan hampir sempurna selama hampir 2.000 tahun.
Bukan hanya manusia, banyak hewan peliharaan keluarga di Pompeii juga tidak bisa melarikan diri dan terkubur bersama pemiliknya.
Setelah tragedi ini, Pompeii menjadi tanah mati dan tidak berpenghuni selama berabad-abad. (*)
Editor : Richard Lawongan