Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Greivance Lumoindong Imbau Jaga Iman dan Budaya di Kota Bitung

Nur Fadilah • 2024-01-17 20:03:10

SUKACITA MELAYANI: Gereja Segala Bangsa jemaat Anugerah, yang terletak di Jalan Lorong Karbon, Sagerat Matuari dii Kota Bitung, yang digembalakan oleh Pdt Fanny Wowat Rumbayan,
SUKACITA MELAYANI: Gereja Segala Bangsa jemaat Anugerah, yang terletak di Jalan Lorong Karbon, Sagerat Matuari dii Kota Bitung, yang digembalakan oleh Pdt Fanny Wowat Rumbayan,

JAGOSATU.COM
-Salah satu Hukum Kristus yang tidak boleh kita abaikan adalah yang tertulis dalam Galatia 6:2, yang bunyinya: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi Hukum Kristus”.

Masih dalam suasana sukacita Natal dan Tahun Baru, 4 Januari 2024,
Gereja Segala Bangsa jemaat Anugerah, yang terletak di Jalan Lorong Karbon, Sagerat Matuari dii Kota Bitung, yang digembalakan oleh Pdt Fanny Wowat Rumbayan; mengalami musibah kebakaran yang diperkirakan akibat korseleting listrik.

Disatu sisi musibah ini, memang menyedihkan, namun di sisi yg lain, sesuai Roma 8:28. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Baca Juga: Poco Resmi Luncurkan X6 5G dengan Chipset Snapdragon 7s Gen 2: Performa Canggih dan Fitur Unggulan

Hukum Kristus perlu diterapkan dalam keadaan duka ini, terlihatlah bagaimana jemaat Gesba Anugerah, serta masyarakat lainnya menyatakan kasih dan kepeduliannya mulai dengan doa-doa yang dinaikkan, kehadiran di lokasi untuk menunjukkan simpati serta bantuan-bantuan kasih lainnya," beber Pdt Gilbert Lumoindong.

Peristiwa inipun, tak luput dari perhatian seorang tokoh muda Sulut, yang adalah juga Caleg PDIP DPRD Provinsi Sulawesi Utara dapil Minut-Bitung Greivance Gilbert Lumoindong (GGL), yang turut juga hadir untuk turut menyatakan simpati, kasih serta kepeduliannya dalam doa dan kebersamaan bersama para hamba Tuhan serta jemaat Gesba “Anugerah”.

Terkait hal ini, Grei, demikian biasa ia dipanggil, yang dalam pencalonannya tandem bersama Wenny Lumentut, caleg DPR RI, mengingatkan kita semua sebagai warga Sulawesi Utara, kita mengingat kata Alkitab untuk saling mengasihi, serta mengingat juga falsafah dasar orang Manado yang juga dipopulerkan oleh “orang tua” kita Dr Sam Ratulangi yang diucapkan dalam bahasa Tombulu, “Sitou Timou Tumou Tou”.

Secara terminologi, dapat diartikan sebagai manusia yang dilahirkan dan hidup adalah manusia yang mampu mandiri dan bertanggung jawab serta memiliki tugas untuk memanusiakan manusia. "Semua warga Sulawesi Utara, khususnya juga orang muda, di masa Natal dan Tahun Baru ini, untuk selalu menjaga kasih, iman dan budaya kita yang peduli dan saling membantu sebagai sesama, tanpa memandang suku, agama, ras serta golongan," kuncinya. (sam)

Editor : Nur Fadilah
#Bitung #ggl