JAGOSATU.COM -KABAR hilangnya kapal LCT Bora V di wilayah perairan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menarik perhatian serius Wali Kota Bitung Maurits Mantiri.
Buktinya, setelah diketahui sejumlah korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi KP Bala Dewa 8002, Maurits ikut melakukan penjemputan di dermaga Markas Komando (Mako) Polair Bitung di Kelurahan Tandurusa, Selasa (23/01).
KP Bala Dewa 8002 yang mengevakuasi 12 korban kapal LCT Bora V tiba di dermaga Mako Polair sekira pukul 23.00 Wita dan langsung menurunkan para korban yang sempat dinyatakan hilang di perairan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Minggu (21/01) lalu.
Menurut informasi yang diperoleh, pencarian awak kapal dan sejumlah penumpang Kapal LCT Bora V, akhirnya berhasil ditemukan oleh KM Mitra Bahari saat dalam perjalanan ke Kota Bitung.
Baca Juga: Partisipasi Wali Kota Maurits dalam FGD Pembentukan Dewan Pengupahan
KP Bala Dewa 8002 milik Pol Air Polda Sulut, yang ikut melakukan pencarian, langsung bergerak merapat ke titik lokasi ditemukannya para korban.
Sebanyak 12 korban kapal LCT Bora V yang berhasil ditemukan. 10 orang dalam keadaan selamat. Sedangkan 2 orang lainnya, dinyatakan telah meninggal dunia. Para korban yang selamat, langsung mendapat perawatan tim medis di RS Manembo-nembo Bitung.
Sebelumnya, kapal LCT Bora V berlayar dari pelabuhan Bitung menuju Tagulandang Kabupaten Sitaro itu memuat 10 orang ABK, 6 orang penumpang dan memuat barang milik PLN. Dalam perjalannya tersebut, kapal hilang kontak dan dinyatakan hilang.
Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol. Kukuh Prabowo kepada sejumlah wartawan mengatakan, para korban ditemukan di perairan Batang Dua Maluku Utara. "Setelah melakukan koordinasi bersama tim Basarnas, KSOP, KPLP, TNI-AL untuk melakukan pencarian," tutur Kukuh sembari menambahkan, dalam proses pencarian, Polair melibatkan kapal patroli KP Baladewa 8002.
Lanjut Kukuh, pada hari ketiga pencarian, menerima informasi bahwa para telah ditemukan oleh KM Mitra Bahari. Dan oleh kapal patroli KP Baladewa 8002 langsung melalulan proses evaluasi terhadap 12 korban tersebut. "Saat mengevakuasi 12 korban, 2 dinyatakan meninggal dunia dan 10 orang selamat dan saat ini sementara dirawat di rumah sakit," jelasnya.
Meski begitu, Kukuh mengaku belum bisa memastikan lebih jauh identitas 2 korban yang meninggal dunia dan ada berapa orang yang masih dinyatakan hilang dalam kejadian itu. "Belum bisa dipastikan berapa yang hilang. Nanti kami akan dalami lagi lewat korban yang selamat," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri yang ikut dalam proses penjemputan para korban mengemukakan, Pemkot Bitung menurunkan 6 unit mobil ambulance untuk membantu mengevakuasi korban ke RS Manembo-nembo Bitung. "Kami belum mengetahui secara pasti berapa warga Bitung yang ikut dalam pelayaran kapal LCT Bora V. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujar Maurits.
Kepala Basarnas Manado, Monce Brury menambahkan, Tim SAR gabungan berhasil 12 korban kapal LCT Bora V. "12 korban tersebut berhasil dievakuasi ke Bitung, semua korban langsung dibawa ke rumah sakit Manembo-nembo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut mengingat 2 orang kritis," ujarnya.
Lanjutnya, menurut keterangan Nahkoda, jumlah keseluruhan yang ikut berangkat berlayar di atas Kapal LCT Bora V, dari Pelabuhan Bitung menuju ke Pelabuhan Tagulandang sebanyak 18 (delapan belas) orang, yaitu 10 orang ABK LCT Bora V termasuk Nahkoda.
Dan 8 orang pengikut masing-masing sopir dan kenek/helper. "Sepuluh orang dalam keadaan selamat. Dua orang dalam keadaan meninggal dunia. Enam orang belum ditemukan/masih dalam proses pencarian," tandasnya.
Daftar nama yang selamat:
1. James Malumbot (Nahkoda)
2. Meikel Makakombo (sopir)
3. Ronald Pontomudis (sopir)
4. Handri Erkal Rama Lalelorang (abk/juru mudi).
5. Fransiskus Age alias Pedot (sopir).
6. Christenly Ganap (abk/juru masak).
7. Alfa Juliano Pangaila (abk/masinis II).
8. Tonny Napoleon Boarneges Wangka (abk/juru mudi).
9. Mulham Herjad (abk/juru mudi).
10. Akbar (abk/olier).
Korban yang meninggal dunia:
1. Defilio Sundame (Mualim II).
2. Selsius Mangantar (sopir).
Editor : Nur Fadilah