Hengky Honandar Lantik Pengurus FAD Kota Bitung Periode 2026–2028

Herry Lengkong • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Wali Kota Hengky Honandar SE bersama Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh SE melantik Pengurus FAD Kota Bitung Periode 2026–2028
Wali Kota Hengky Honandar SE bersama Ketua TP PKK Ny. Ellen Honandar Sondakh SE melantik Pengurus FAD Kota Bitung Periode 2026–2028

 

JAGOSATU.COM - Sebanyak 39 anak dilantik sebagai pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Kota Bitung periode 2026–2028, oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Jumat (21/08/2026).

Pelantikan yang berlangsung di ruang sidang lantai IV kantor walikota itu, disaksikan Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh SE, kemudian dilanjutkan dengan rapat lintas sektor terkait asesmen psikologi anak di satuan pendidikan.

Pelantikan tersebut menjadi momentum perkuat peran anak sebagai pelopor dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah dan layak bagi anak.

Dalam sambutannya, Hengky menyatakan, peran FAD tidak boleh mengedepankan pada kegiatan seremonial. Tapi harus menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

"Forum Anak Daerah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar, menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan," kata Hengky.

Ia juga berterima kasih serta mengapresiasi kepada pengurus lama atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperjuangkan kepentingan anak, serta mendukung berbagai program pembangunan di Kota Bitung.

Sedangkan kepada pengurus baru, Hengky meminta agar terus  menjalankan peran strategis sebagai pelopor bagi teman sebaya.

"Kita tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan kekerasan yang dialami seorang anak. Anak-anak juga tidak boleh diperhadapkan pada persoalan psikologis, tanpa adanya pendampingan yang tepat," ujar Hengky.

Lebih jauh dikatakan, FAD punya peran sangat strategis karena anak-anak berada di lingkungan yang memungkinkan mereka melihat, mendengar dan merasakan langsung berbagai persoalan yang dialami teman sebaya.

"Tapi perlu diingat, dalam setiap pelaporan harus dilakukan melalui mekanisme yang tepat, dengan tetap mengedepankan keamanan, kerahasiaan dan kepentingan terbaik bagi anak," tegas Hengky.

Selain itu, rapat lintas sektor terkait asesmen psikologi anak di satuan pendidikan, juga mendapat perhatian serius. Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung mendorong adanya sistem yang mampu mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi anak, sekaligus memastikan tersedianya pendampingan yang aman dan profesional.

"Diharapkan forum ini tidak berhenti pada kegiatan administratif atau sekadar seremonial. Harus ada kesepahaman, langkah konkret, pembagian peran serta tindak lanjut yang jelas," kata Hengky.

Perlindungan terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan dibutuhkan kolaborasi melibatkan perangkat daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, psikolog, konselor, aparat penegak hukum, orang tua, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga seluruh pemangku kepentingan.

"Jangan ada lingkungan pendidikan yang membuat anak merasa takut untuk belajar, sehingga membatasi perkembangannya," tegasnya.

Olehnya, penting bagi seluruh pihak untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi anak untuk bermimpi, belajar, berprestasi dan berkembang.

"Jadilah pelopor yang membawa perubahan positif dan berani menyuarakan kepentingan serta perlindungan anak," ucapnya.

Turut hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos MAP, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bitung Meiva Woran SH MH, Sekretaris DP3A Kota Bitung Grace Dengah SP M.Si serta tamu undangan lainnya.

Editor : Herry Lengkong
Hengky Honandar walikota bitung Kota Bitung Ellen Sondakh Anak