Hadiri Pembukaan Regional Marpolex 2026, Wali Kota Hengky Honandar Saksikan Penandatanganan Kerjasama Tiga Negara

Herry Lengkong • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Penandatangan kerjasama dalam rangka penanggulangan insiden pencemaran laut oleh Indonesia, Filipina dan Jepang. (Foto: Dok Ist)
Penandatangan kerjasama dalam rangka penanggulangan insiden pencemaran laut oleh Indonesia, Filipina dan Jepang. (Foto: Dok Ist)

 

JAGOSATU.COM - Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE menghadiri pembukaan Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) 2026 pada 8 – 12 Oktober 2026 di Bitung dan Manado, Sulawesi Utara, bertempat di Courtyard Hotel Manado, Jumat (09/10/2026).

Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menjadi tuan rumah pelaksanaan Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) ke-25 pada 8–12 Oktober 2026 di Manado–Bitung, Sulawesi Utara.

Latihan gabungan yang digelar setiap dua tahun sekali ini bertujuan memperkuat kerja sama regional antara Indonesia, Filipina, dan Jepang serta meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam penanggulangan insiden pencemaran laut.

Dalam pelaksanaannya, ketiga negara tersebut mengirimkan unsur kapal yang telah sandar di Dermaga Samudera, Bitung. Indonesia mengerahkan KN. Sarotama P-112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban sebagai kapal VVIP, serta sejumlah kapal negara dari PLP Bitung, PLP Tanjung Perak, dan KSOP Bitung. Sementara itu, Philippine Coast Guard mengerahkan BRP Gabriela Silang dan BRP Tubbataha, sedangkan Japan Coast Guard dengan PLH Shikishima.

Kegiatan ini dihadiri pimpinan delegasi dari masing-masing negara, yakni Triono dari Indonesia, RADM Meniado PCG dari Filipina dan Captain Kyoko Ono dari Jepang, serta melibatkan 27 unsur dari berbagai instansi, termasuk Ditjen Perhubungan Laut, Kodaeral VIII Bitung, Polairud Bitung, Bakamla, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), BMKG, Basarnas, SKK Migas, dan Pertamina Patra Niaga.

Plt. Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarnegara saat menghadapi pencemaran laut.

"Melalui Regional MARPOLEX, kita berupaya menyamakan pemahaman dan prosedur penanganan pencemaran laut antarnegara. Dengan begitu, apabila terjadi insiden, kita semua dapat merespons secara cepat, efektif, dan terkoordinasi," ujar Triono.

Kota Bitung yang dinilai sebagai lokasi strategis pelaksanaan Marpolex 2026, mendapat apresiasi dari Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, yang turut hadir dalam penyambutan para delegasi dan kapal negara peserta sebagai kesempatan bagi Kota Bitung untuk menjadi bagian dari kerja sama antarnegara dalam menjaga ekosistem laut.

"Pemerintah dan masyarakat Kota Bitung dengan hangat menyambut kehadiran seluruh delegasi Regional MARPOLEX 2026. Kehadiran para delegasi menjadi cerminan komitmen bersama untuk menjaga keselamatan pelayaran serta kelestarian laut," jelas Hengky.

Adapun alasan Bitung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis di kawasan Asia-Pasifik dan berdekatan dengan Filipina serta Jepang, sekaligus menghidupkan kembali lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pelaksanaan MARPOLEX tahun 1991 silam.(hry)

Editor : Herry Lengkong
Marpolex 2026 kemerinterian perhubungan Pencemaran lingkungan Hengky Honandar lautan manusia