JAGOSATU.COM - Kado khusus diberikan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, SE kepada Muhammad Aditya Pontoh SiP (MAP). Wakil Bupati (Wabup) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) itu resmi menjadi pelaksana tugas (Plt) Bupati Boltara, tepat di Hari Ulang Tahun ke-62 Sulut.
Surat Keputusan (SK) Plt diserahkan langsung Gubernru YS dalam rangkaian acara peringatan HUT Sulut, Rabu (23/9) hari ini.
Gubernur mengatakan penyerahan SK Plt Bupati kepada MAP merupakan bagian penting demi mengisi kekosongan kursi Bupati dan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Boltara.
“Dengan SK Plt, roda pemerintahan daerah diharapkan tetap berjalan efektif, termasuk dalam pelaksanaan pelayanan publik dan program pembangunan di Boltara,” pesan kata Gubernur.
Aditya Pontoh menjadi waput mendampingi Bupati Sirajudin Lasena saat keduanya terpilih di Pilkada 2024 silam. Dia berjanji akan menjalankan tugas sebagai Plt dan memastikan pelaksanaan pemerintahan tetap berjalan sesuai ketentuan termasuk menjaga koordinasi antara Pemkab Boltara dengan Pemprov Sulut.
“Kami siap mengemban tanggung jawab untuk melanjutkan roda pemerintahan di Kabupaten Boltara. Juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ucap MAP, yang dikenal Ketua DPW PPP Sulut.
MAP menjadi Plt Bupati dari generasi milenial. Pria 36 tahun ini ditunuk sebagai Plt setelah Bupati Sirajudin Lasena ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan serta gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (22/9) kemarin.
Sirajudin sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Jakarta pada Senin (21/9) dini hari.
Sementara itu, saat Pilkada 2024, duet Sirajudin Lasena-Mohammad Aditya Pontoh terpilih dan ditetapkan KPU Bolmut sebagai pasangan calon terpilih setelah meraih 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah.
Mereka dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bolmut periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Sebelum terjun ke dunia politik, MAP pernah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bolmut.
Ia meniti karir ASN sekira delapan tahun, sejak 2014 dan mundur pada 2022.
Pilihannya adalah jalur politik dengan masuk sebagai kader PPP Sulut. Saat itu sang ayah, Depri Pontoh menjabat Bupati Boltara sekaligus Ketua DPW PPP Sulut.
MAP lahir di Kotamobagu, 13 Maret 1990. Jabatan di politik adalah pernah Wakil Ketua DPC PPP Bolmut Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) periode 2021-2025.
Ia juga aktif sebagai Korcam KNPI Bolangitang Barat dan Ketua KPMI Bolmong Utara.
Aditya Pontoh merupakan putra sulung mantan Bupati Bolmut Depri Pontoh.
Depri Pontoh adalah Bupati Boltara periode 2013-2018 dan 2018-2023. Sebelumnya, ia menjadi Wakil Bupati mendampingi Bupati Hamdan Datunsolang periode 2007-2012.
Depri juga meniti karir birokrat sebelum memilih jalur politik dan terpilih sebagai Wabup pada 2017. Periode pertama sebagai Bupati ia didampingi Wabup Suriansyah Korompot. Sedangkan periode kedua, wakil bupati adalah Amien Lasena, kakak kandung Sirajudin Lasena.
Depri kelahiran 16 Oktober 1962 (64 tahun) selepas bupati ikut Pileg 2024. Ia terpilih ke DPRD Boltara dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
Jika sekarang Aditya naik status sebagai Plt bupati, maka ia mewarisi tanggungjawab yang sama seperti sang ayah. MAP bahkan berpotensi menjadi bupati definitif jika dalam persidangan, Bupati non aktif Sirajudin Lasena dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
MAP menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Mogolaing, Kotamobagu Barat. Melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kotamobagu dan SMA Negeri 1 Kotamobagu.
Wabup ke-4 Boltara ini memilih Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado sebagai tempat kuliah dan meraih gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP) pada 2011.(dbs/etc/dth)
Editor : Hairil Paputungan